POLITIK

Kunjungi Papua, Kapolri Fokus soal Pilkada

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Jayapura–Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama jajarannya menggelar pertemuan dengan Gubernur Papua Lukas Enembe serta sejumlah pihak, khusus membahas pilkada), baik yang sudah dilaksanakan Februari 2017 lalu dan yang akan digelar tahun depan.
Pertemuan yang digelar tertutup bagi media di Rimba Papua Hotel, Jumat (11/8) malam itu dihadiri oleh Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Nabire Isaias Douw, Bupati Paniai Hengki Kayame, Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang dan perwakilan PT Freeport Indonesia.
Saat memberi keterangan kepada wartawan usai pertemuan, Tito mengatakan, kunjungan kerjanya ke Papua dengan membawa rombongan cukup besar ini memang dalam rangka melakukan evaluasi tentang pengamanan pilkada.
Sebelum Pilkada 2017, Mabes Polri memprediksi ada tiga daerah yang rawan yakni DKI Jakarta, Aceh dan Papua Barat. Lalu saat pelaksanaan, di Aceh dan Papua Barat berjalan aman, kecuali DKI Jakarta yang memang dinamikanya cukup tinggi.
Namun di luar dugaan, Papua yang justru diperkirakan aman ternyata masih berujung Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan beberapa konflik kekerasan. Namun sudah konflik itu sudah ditangani oleh Polda Papua bersama stakeholder lainnya seperti KPU, Bawaslu, TNI dan Pemerintah Daerah sehingga semuanya hampir selesai. “Tinggal Kabupaten Jayapura saja, mudah-mudahan juga bisa lancar,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua itu.
Kapolri mengatakan, tahun 2018 mendatang akan lebih ramai karena ada pemilihan gubernur. Ditambah pemilihan bupati di tujuh kabupaten yang dinilainya juga ‘keras’. “Prinsip utamanya, saya perintahkan jajaran Polri netral,” tegasnya.
Tito juga berharap ada kerja sama semua pihak untuk kelancaran pilkada, sehingga pemerintah provinsi dan kabupaten bisa fokus pada pembangunan ekonomi. Karena menurutnya yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kesejahteraan. Jika masyarakat lebih sejahtera maka otomatis gangguan kamtibmas, kejahatan dan lainnya akan turun dengan sendirinya.
“Presiden Joko Widodo sudah berulang kali datang ke Papua dan memiliki perhatian yang sangat khusus dengan menggerakkan beberapa menteri untuk melakukan percepatan pembangunan di Papua. Trans Papua misalnya, bandara-bandara, perbaikan ini diharapkan bisa cepat dirasakan masyarakat Papua,” ujarnya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top