BERITA UTAMA

Massa Pro dan Kontra Pemda Demo di DPRD Koltim

KOLAKAPOS, Tirawuta–Senin (21/8) Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Rakyat Koltim 218, turun kejalan melakukan aksi demo didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten kolaka Timur (koltim). Aksi demo 218 tiba dikantor DPRD koltim dengan massa kurang lebih 200 orang.
Tidak lama seteleh itu masa Pro Pemda pun datang berdemo di kantor DPRD Koltim. Untung;lah aparat kepolisian tanggap langsung membubarkaan para pendemo yang mengatasnamakan 218. Pembubaran pendemo 218, kata Kapolres Kolaka agar
agar tidak bertabrakan antar pendemo kontra dan pendemo pro pemda.
Sementara itu, Ridwan Iskandar Korlap 218, dalam pernyataan sikapnya mengkritik kebijakan bupati yang dinilai tidak berpihak ke rakyat., Juga bupati tidak mentaati ketentuan menyangkut tata kelolah kepegawayan, komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) no B 1939/KASN/7/2017,.

Sementara itu pula, Masyatakat Peduli Koltim atau Pro pemda 21, yang mengatasnamakan masyarakat koltim 21 yang membawa massa kurang lebih 5000 orang menduduki ruas jalan depan kantor DPRD Koltim.
Erikman korlap Aliansi Masyarakat Peduli Kolaka Timur (AMPKT) 21 dalam orasinya mengatakan , masyarakat Koltim jangan terporpokasi dengan isu yang tidak jelas. Masyarakat tentu sudah merasakan dengan pembangunan saat ini khususnya d iKoltim. Koltim baru berumur 4 tahun meski daerah baru pembangunan sudah mulai berkembang, pelayanan pemerintah berjalan dengan baik mulai dari sektor pertanian, perkebunan dan pembangunan lainnya sudah berjalan dengan sesuai keinginan masyarakat koltim, ” Saya menyayangkan ditengah kedamaian kehidupan masyarakat koltim, ada segelintir orang orang yang akan mengaduh domba masyarakat hanya karena tidak mendapatkan jabatan. , Ada 6 orang yang nota bene mantan kadis dii iKoltim yang sengaja mengadu domba masyarakat koltim ” jelas Korlap AMPKT.

Selain orasi atau pernyataan sikapnya, Erikman menuding aksi demo dari 218 ditunggangi beberapa oknum . PNS, bahkan akan melakukan Makar terhadap pemerintah Koltim,
Menyikapi orasi yang disampaikan korlap aksi demi 21, beberapa anggota DPR yakni, Samsul Rijal, Asnul, juliansi silondae, syukur Adam, Ramli Majid, Masyuri dan irwansah, dari ke 8 anggota DPRD menyampaikan, aksi demo yang tergabung 218 saat berorasi tidak ada kata Makar, menurut Samsul Rijal, untuk mengganti pemerintah tidak segampang itu, untuk itu demo hari ini tidak ada kata kata makar.

 

Selain itu, kata Erikman yang datang membuat isu bukan masyarakat Koltim tapi dari luar koltim. Erikman juga mendesak kepada Anggota DPRD koltim untuk tidak berpihak kepada orang orang yang akan merusak tatanan kehidupan dikoltim, sebagai Anggota DPR harus independen dalam menampun aspirasi masyarakat.

Selain dari itu, Aliansi Masyarakat Peduli Koltim, mendesak bupati koltim untuk merekomondasikan mantan Pj bupati koltim diberhentikan dari PNS, sebab 8 bulan tidak pernah menjalangkan tugas, sekaligus mengusut dugaan korupsi selama menjabat pj bupati, termasuk 5 mantan kadis.
Pukul 12,00 Aliasi masyarakat peduli Koltim, atau pro pemda korlap Erikman, dan koordinator lapangan Karman, Arham, irfan dan Marsudin, diterima sejumlah anggota DPRD untuk melakukan negosiasi, usai pertemuan Aliansi mengubarkan diri dengan aman. (m2/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top