BERITA UTAMA

Satu Awak Kabin Maskapai Swasta Terindikasi Narkoba

Net/Ilustrasi

Hasil Tes Urine di Bandara Haluoleo

KOLAKAPOS, Kendari–Sebanyak 85 petugas Bandar Udara (Bandara) Haluoleo Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menjalani tes urine bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Rabu (23/8/2017).
Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Rudi Ricardo mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional dan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Cek urine secara berkala akan dilakukan pihak BNN guna menjamin keselamatan penumpang seiring meningkatnya frekuensi transportasi khususnya bandara.
“Semua yang kita periksa petugas Bandara, cargo dan beberapa crew airline. Tak hanya itu petugas yang ada di perimeter, anggota PKP-PK (pertolongan kecelakaan penerbangan pemadaman kebakaran) juga ikut diperiksa serta anggota TNI dan Polri,” jelas Rudi usai kegiatan sosialisasi upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika bagi aparatur sipil Kementerian Perhubungan dan personel penerbangan di Kantor Bandara Kendari.
Ia juga mengatakan, pemeriksaan urine dilakukan secara mendadak tanpa diketahui sebelumnya oleh petugas. Sehingga jika ada petugas bandara positif menggunakan narkoba, pihaknya tidak akan sungkan menjatuhkan sanksi, paling berat berupa pemecatan.
“Kita harus lakukan sanksi tersebut, karena kita ingin bandara ini bersih, kalau di dalamnya tidak bersih bagaimana kita bisa bereskan ini. Jika memang tidak ada, ya berarti kita bisa maksimal memberikan pelayanan terbaik, ini berkaitan juga kan dengan pelayanan,” ujarnya.
Salah Seorang Pramugari Maskapai Lion Air Putu Ayu K.P mengatakan bahwa pihaknya tidak mendapat informasi mengenai akan adanya pemeriksaan atau tes urine di Bandara Haluoleo Kendari.
” Aku gak tahu kalau akan ada tes urine, tiba-tiba saja kita langsung dijemput oleh pihak AU dan diarahkan ke sini (Wakatobi Lounge), ucap Putu Ayu usai melakukan tes Urine.
Untuk diketahui, tujuan dari sosialisasi tersebut guna menyampaikan kepada seluruh petugas Bandara Haluoleo Kendari tentang bahanya penyalahgunaan narkoba atau obat-obatan yang mengandung narkoba dan sejenisnya.
Hasil Tes urine ini terdata, salah satu awak kabin dari maskapai swasta terindikasi menggunakan narkoba. Hal tersebut terbukti melalui hasil tes urine miliknya.
Dijelaskan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Thamrin Abudi bahwa yang bersangkutan belum bisa dipastikan pengguna narkoba jika hasilnya baru satu kali, untuk itu akan dilakukan tes selanjutnya yaitu tes kuantitatif.
“Dari hasil urine yang positif tadi kita hanya dapati heroin 20 mg, sementara standarnya 40 mg, jadi kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa yg bersangkutan positif pengguna sebelum hasil selanjutnya keluar,” ungkap Thamrin.
Ia juga mengatakan bahwa hasil tes yang positif akan dilakukan pemeriksaan selanjutnya dengan urine yang periksa sebelumnya. “Hasil yang tadi kita akan bawah dan di disimpan di kulkas setelah itu akan dilakukan pemeriksaan lagi apakah memang positif pemakai atau hanya positif tersamar dalam hal ini obat resep dari dokter,” jelas Thamrin. (p2/hen)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top