SULSELBAR

Menghidupkan 7.520 Lorong dari Ujung Jari

ILustrasi

GELIAT aktivitas warga lorong di Makassar kini sangat hidup. Aktivitas warga nonstop. Tidak seperti dulu lagi sepi setelah jam makan malam. Orang-orang juga kini sudah tidak ketakutan masuk lorong. Itu karena di setiap gang sudah ada penerang jalan.
Program singarana lorongta yang diluncurkan pemerintah kota Makassar membuat hampir semua lorong di Kota Makassar bermandikan cahaya.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto memang memberi perhatian khusus pada penataan dan pembangunan lorong. Misinya menjadikan Makassar sebagai kota dunia berbasis lorong. jumlah lorong di kota ini memang lumayan banyak, 7.520 buah. Lorong-lorong tersebut tersebar pada 155 kelurahan dan 15 kecamatan.
Banyak program pemerintah kota yang menghidupkan lorong di Makassar. Untuk penataan lorong, dimulai dari lorong garden atau taman lorong. Semua warga berinisiatif dan berkreasi menata lorongnya menjadi hijau. Penanaman bunga di pekarangan dan pinggir lorong digalakkan.
Selokan atau parit bahkan ditutup semipermanen lalu di atasnya diletakkan pot berisi bunga indah dan cantik. Jalan lorong yang hampir sepenuhnya sudah dipaving blok juga dicat. Diberi warna. Umumnya hijau muda dan orange. Tidak ada alasan khusus mengapa warna ini yang dominan di setiap lorong di Makassar.
Selain tanaman untuk mempercantik lorong, sebagian warga juga menanam sayuran di pekarangannya. Terong, kangkung, cabai, tomat, dan beberapa komoditas sayuran lainnya kini banyak tumbuh di lorong. Sebagian besar hasil komoditi itu bisa menutupi kebutuhan sayur masyarakat di lorong.
Tidak hanya itu. Program lorong yang juga memikat publik adalah lorong sehat dan home care yang dibina Dinas Kesehatan Kota Makassar. Lorong sehat ditangani langsung Puskesmas. Setiap Puskesmas wajib membina lorong sehat di sekitar tempatnya. Khusus untuk lorong sehat, jumlahnya sudah mencapai 48 buah.
Yang agak menarik adalah layanan home care yakni layanan dokter dan tenaga medis yang langsung mendatangi rumah warga atau pasien. Warga cukup pakai ujung jari mengirim pesan singkat ke layanan center, dokter langsung datang ke rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Naisyah Tun Azikin mengungkapkan home care sangat memudahkan warga Makassar yang membutuhkan bantuan tenaga medis. “Warga tidak perlu datang antre ke Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Cukup menelepon atau mengirim pesan singkat dan whats app, dokter dan tenaga medis akan segera meluncur ke kediamannya,” katanya.
Layanan home care itu 24 jam. Dinas Kesehatan sudah memiliki 46 ambulans home care. Satu Puskesmas, satu mobil home care. Setiap unit home care beranggotakan perawat, dokter, dan bidan. Mereka yang datang ke rumah pasien sangat bergantung pada kondisi pasien. Jika pasien yang ingin bersalin, maka tim home care yang meluncur adalah paramedis dan bidan. Naisyah mengatakan kebanyakan pengguna jasa home care adalah pasien yang kondisinya tidak memungkingkan seperti tidak bisa bangun, pasien lansia, pasien pasca operasi atau pasien pascakemoterapi dari semua kalangan.
Lorong garden dan lorong sehat termasuk home care hanyalah sebagian kecil program lorong di Makassar. Banyak program berbasis lorong lainnya kini sementara berjalan. Termasuk lorong wisata, lorong UKM, lorong keluarga berencana, lorong Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), lorong Kamtibmas, dan beberapa program lorong lainnya.
Semua program ini berjalan efektif bukan semata-mata karena komitmen pemerintah dan warga. Ketersediaan jaringan dan layanan telekomunikasi seluler terutama Telkomsel juga memberi kontribusi yang besar. Mengapa? Untuk menggerakkan warga-warga di lorong itu dilakukan pemerintah kota Makassar melalui instruksi via pesan Whats App.
Satu program lorong satu grup whats app. Ini juga dirunut sesuai wilayah. Satu kecamatan juga satu grup whats app. Di dalamnya sudah ada lurah dan ketua RW. Instruksi untuk menata lorong itu dilakukan tidak secara langsung melainkan lewat pesan whats app. Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menyebutnya manajemen whats app. Tapi harus diakui ini sangat efektif.
“Kami memang lebih sering mendapat arahan dan petunjuk dari lurah atau camat lewat grup whats app. Kadang-kadang juga lewat sms atau telepon,” kata Jamaluddin, warga Barombong.
Tidak bisa dibayangkan tanpa jaringa telekomunikasi, tidak cukup waktu sebulan untuk mengunjungi 1.720 lorong yang ada di Makassar. Instruksi lewat grup whats app memang menjadi alternatif terbaik. Maka sangatlah pantas pemerintah dan warga kota Makassar berterima kasih kepada Telkomsel yang menyiapkan jaringan jasa telekomunikasi sehingga lorong di Makassar kini hidup 24 jam nonstop. (fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top