BUTON UTARA

Mubar Tuan Rumah Pegelaran Festival Pantun

KOLAKAPOS, Mubar–Pemerintah Kabupaten Muna Barat boleh dikata baru seumur jagung. Sebab, memisahkan diri dari Kabupaten Muna dan resmi menjadi Daerah Otonom Baru terhitung baru memasuki usianya yang ketiga. Meski demikian, bukan serta merta tidak menjadikannya mendapat kepercayaan. Melainkan, dalam waktu dekat ini, daerah yang dipimpin oleh LM Rajiun Tumada sebagai bupati dan Achmad Lamani sebagai wakil bupati Muna Barat, bakal menjadi tuan rumah dalam pegelaran seni budaya pantun nusantara.
Tersiar kabar, pegelaran pantun nusantara tersebut bakan diikuti semua daerah yang ada di indonesia. Bahkan ada pula yang berasal dari luar negeri. Diantaranya Negara Malaisia, Brunei Darusalam serta beberapa Negara lainnya bakal meramaikan acara tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat LM Husen Tali menuturkan, terpilihnya Muna Barat sebagai tuan rumah festival pantun nusantara tersebut telah disampaikan langsung oleh Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada saat memimpin apel.
“Ini merupakan acaranya tingkat pusat dan hanya ditempatkan di Muna Barat. Pemerintah pusat menunjuk sultra. Sultra kerja sama dengan UHO. Dan UHO memilih Mubar sebagai tuan rumah. Pantun ini rencananya akan dimasukan di Unesco yang merupakan salah satu pengakuan tertinggi di dunia sebagai kekayaan budaya nusantara indonesia. Makanya diadakan dululah festival ini,” katanya saat ditemui diruang kerjanya kemarin.
Untuk itu katanya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menclearkan dulu tugas masing-masing. Misalnya, apa yang menjadi beban Muna Barat. Apa bebannya UHO dan apa menjadi bebannya pusat, sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar.
“Pelaksanaannya rencanaya akhir september ini atau awal Oktober ini. Pusat kegiatannya. Kalau bukan di Kecamatan Lawa, akan di pusatkan di Kecamatan Kusambi,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, dalam pegelaran nanti, pihaknya bakal menampilkan Kabanti yang diwujudkan dalam Modero, Gambus sama kantola.
“Jadi, semuanya itu merupakan seni budaya yang memiliki tutur lisan, Seni dan merupakan warisan budaya. Ini semua sudah merupakan bagian dari pantun,” katanya.
Kegiatan tersebut katanya bukan merupakan ajang perlombaan. Melainkan hanya pegelaran saja, sehingga panitia lokalnya bakal segera dibentuk. Lain halnya katanya dengan pihak UHO, mereka sudah datang di Muna Barat dan membicarakannya. Begitu juga dengan pihak pusat, sudah bicara melalui telepon. Sekarang ini, tinggal dirillkan saja waktu pelaksanaannya.
“Panitia lkalnya, rencananya kita akan gandengkan kepanitiaanya dengan panitianya pelaksanaan HUT Mubar dalam waktu dekat ini. Dan kalau ini berhasil. Ini merupakan cikal bakal untuk memajukan pantun sebagai kekayaan budaya. Ini kabanti sudah tercatat ditingkat nasional. Sekarang tinggal ditingkatkan lagi pada internasional, yakni melalui Unesco,” tutupnya. (ing)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top