HUKUM KRIMINAL

Buwas Pastikan Pegawai BNN Tak Dibekali Senpi

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Bogor–Kepala BNN Komjen Budi Waseso menegaskan, pistol pencabut nyawa Indria Kameswari bukan milik BNN.
Indria yang merupakan PNS di Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor yang meninggal akibat ditembak suaminya.
Ditemui setelah menghadiri acara di Universitas Pakuan, Kota Bogor, kemarin, Buwas -sapaan akrab Budi Waseso- menegaskan, pegawai yang bekerja di rehabilitasi BNN Lido, Bogor, tidak dibekali senjata api.
Hanya petugas di bagian penindakan yang memiliki senjata lengkap.
”Ranah pembunuhan pidana murni. Yang menangani bukan BNN, tapi kepolisian. Pelaku sudah ditangkap. Masih dikembang­kan. Kita lihat nanti apa sih yang melatarbelakangi,” kata Buwas.
Sebagaimana diketahui, Indria Kameswari tewas karena punggungnya tertembus timah panas.
Dia terlibat cekcok dengan si suami di rumah kontrakan mereka di Perumahan River Valley, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat (1/9) lalu.
Sebelumnya, Siti Nuraini, 43, kakak AM, sempat mendatangi Mapolres Bogor untuk memberikan keterangan.
Kepada polisi dan awak media, Siti menyebut Indria kerap memukuli AM.
Siti bahkan menyebut Indria memiliki senjata api berdasar informasi dari adiknya.
Sementara itu, sejak Senin (4/9), beredar video yang diduga rekaman pertengkaran antara Indria dan AM.
Namun, dalam video berdurasi 27 detik itu, tidak terlihat wajah Indria maupun AM.
Dalam rekaman itu, suara perempuan yang diduga Indria menyebut lelah dengan janji-janji suaminya.
”Kagak ada yang buktiin, gue pengen kabur rasanya. Kalau gue enggak ada beberapa hari ini lu jangan nyari gua. Capek otak gua, gua pengen istirahatin otak gua.. Capek otak gua. Sengsara aja, dijanjiin melulu,” ujar perempuan itu.
Dia juga menagih janji mobil baru dari suaminya.
”Mana sekarang mobil mana? Mana mobilnya? Mana mobilnya mana mobilnya sekarang? Lu buktiin aja enggak lu. Yang ini yang itu, bacot aja semuanya. Coba mana bacot lu terealisasi, mana bacot lu yang terealisasi. Gak ada satu pun,” lanjut dia dengan nada tinggi.
Dalam pertengkaran itu, perempuan yang diduga Indria berkali-kali mengucapkan makian.
Sementara itu, pria yang diduga AM tak melayani amukan si perempuan.
”Ya baru kemarin, jangan dipukul-pukul dong. Saya cuma mampu berusaha. Saya memberikan nafkah sesuai kemampuan saya,” ujar si pria. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top