KOLAKA TIMUR

Ratusan Korban Bencana Alam di Sanggona Dievakuasi

Simulasi penangulangan bencana oleh Tim KSB kecamatan Uluiwoi.FOTO:Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Tirawuta–Sebanyak 162 warga Sanggona berhasil dievakuasi oleh Tim reaksi cepat kampung siaga bencana (KSB) kecamatan Uluiwoi akibat dilanda bencana banjir disertai longsor akhir pekan kemarin. Meski terkendala fasilitas yang ada, ditambah lagi dengan medan yang cukup ekstrim, namun berbekal dari pengalaman yang dimiliki, tim yang berjumlah 60 orang itu mampu mengevakuasi kepada korban, dengan menggunakan alat seadanya seperti membuat tandu dari dua batang kayu dan selembar karung gabah untuk mengakat para korban menuju ke pengungsian, sedangkan bagi korban yang cedera para tim KSB melakukan perawatan darurat dengan menggunakan kayu papan dan tali rapia yang diikatkan kepada para korban

Selang beberapa jam kemudian barulah tim gabungan dari Taruna siaga bencana (TAGANA) Dinsos Koltim dan Dinsos Sultra, serta BPBD Koltim datang membantu.

Situasi yang menegangkan itu, merupakan rentetan kegiatan dalam acara gelar apel siaga bencana simulasi penangulanan bencana, kampung siaga bencana yang merupakan program Direktorat perlindungan sosial korban bencana Dinas sosial Sultra di lapangan sepak bola Pombili, kelurahan Sanggona kecamatan Uluiwoi

Dimana dalam kegiatan tersebut dihadiri Bupati Koltim H Tony Herbiansyah, Wakil bupati Koltim Hj Andi Merya Nur, Direktur perlindungan sosial korban bencana alam (PSKBA) Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) Adhy Karyono, Kadis Sosial Provinsi Sultra dan wakli ketua DPRD Koltim Tdajuddin, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Koltim

Direktur PSKBA Adhy Karyono mengatakan, pembentukan KSB merupakan program Kemensos yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan dan juga bagaimana merespon cepat dalam membantu masyarakat ketika ada bencana ” Kehadiran bapak/ibu menjadi anggota KSB bukan tidak ada dasar, tetapi memang undang-undang mengatakan bahwa bukan tanggung jawab sendiri pemerintah, namun harus didukung partisipasi masyarakat ” katanya

Apalagi, kata Adhy, letak wilayah yang ada di kecamatan Uluiwoi berpotensi terjadi bencana. ” Dalam perjalanan saya kesini, serasa saya diflim Holywood dimana ada tebing yang curam dan juga ada sungai yang dilewati. Ini yang harus kita waspadai bersama karean potensi banjir dan longsor pasti ada ketika musim penghujan datang ” katanya.

Untuk itu, dia meminta kepada Pemda Koltim agar pembentukan KSB ini dapat terus mendapat perhatian. Sehingga tugas kita bagaimana meberikan kegiatan-kegiatan pelatihan ” Jangan karena ada pembentukan kita hadir, tapi tidak ada pembentukan untuk pelatihan dan penyuluhan kedepannya,” pintanya

Sementara itu, Bupati Koltim H Tony Herbiansyah menghimbau agar tetap bersama-sama menjaga alam lingkungan, sehingga kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, yang tidak inginkan tidak terjadi, apabila hutan tetap terjaga. “Ini semua akan terlaksana dengan baik karena adanya kebersamaan semua komponen baik itu pemerintah, swasta, dan seluruh masyarakat harus mempunyai persepsi yang sama tentang pemeliharaan alam itu sendiri. Bagi perambah hutan agar tidak lagi melakukan penebangan pohon, tetapi bagiamana kita jaga dan pelihara hutan kita. Lebih baik mencegah sebelum terjadi musibah,” katanya

Untuk diketahui dalam kegiatan tersebut Bupati Koltim dan Wakil Bupati Koltim dikukuhakn sebagai pembina TAGANA Koltim oleh Direktur PSKBA. Tak hanya itu kehadiran orang kedua di Kemnsos RI ini, memberikan dampak positif sebab Koltim mendapatkan bantuan satu unit motor trail dan bantuan logistik dengan total bantuan berjumlah Rp 95 Juta (K9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top