METRO KOLAKA

Kajati Sultra Kunjungi Kolaka

Bupati Kolaka H.Ahmad Safei saat memberikan cendramata berupa lambang kabupaten Kolaka kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Azhari.FOTO;Dadang/Kolaka Pos.

Safei : Kami Butuh Bimbingan dan Arahan

KOLAKAPOS, Kolaka–Kabupaten Kolaka menyambut antusias rombongan pejabat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara yang dipimpin langsung oleh kepala Kejaksaan Tinggi Azhari. Kunjungan kerja dan silaturahi dilaksanakan di Aula Sasana Praja Kolaka yang dihadiri oleh 100 kepala desa, 35 Kelurahan serta kepala SKPD. Bupati Kolaka H.Ahmad Safei bangga kerena Kejati telah mengunjungi Kolaka.

“Kunjungan kejaksaan tinggi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejati Sultra, bisa menambah wawasan kepada para pejabat yang ada di Kolaka terutama kepala desa. Selain itu juga Kajati bisa telabih tau kondisi wilayah yang ada di Kolaka,” ujarnya

Safei juga mengatakan Tim Pengawal Pengaman Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) untuk membangun pemahaman dan tata cara penaganan hukum dilingkup birokrasi pemerintah telah terbentuk di Kolaka. TP4D akan menjadi mitra pemerintah kabupaten Kolaka dalam melakukan pengawasan.

“Alhamdulilah Kolaka baru saja berhasil meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tentang pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sultra, dan itu merupakan raihan WTP pertama,” ujarnya.

Semantara itu Kepala Kajati Sultra Azhari juga mengutarakan niat yang sama, yakni upaya menjalin kerjasama yang baik antara kedua belah pihak terkait penyelesaian masalah-masalah yang terjadi di daerah. Terutama untuk meningkatkan pembangunan.

“Kejaksaan bukan hanya lembaga yang melakukan penangan perkata pembunuhan, pencurian dan tindak pidana lainya. Namuan saat ini kejaksaan juga melakukan kegiatan pencegahan,” katanya.

Khusus untuk kepala desa yang ada di Kolaka sebaiknya memperhatiakan dalam penggunaan dana desa. Pasalnya jangan sampai anggaran dana desa di salah gunakan oleh kepala desa.

“Tidak bekerja sesuai juknis, maka kepala desa akan berurusan dengan hukum. Ingat dana desa itu adalah uang desa bukan uang kepala desa. Jadi perencanaanya harus diketahui oleh masyarakat desa. Intinya dana desa yang digunakan untuk pembangunan harus digunakan secara efektif,” tambahnya.(hud)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top