KOLAKA TIMUR

Tingkatkan Ilmu Bahasa, Pesantren Al-Bukhari Kirim Santri ke Kediri

Pimpinan pondok pesantren Al-Bukhari Wesalo Ustad Usman Hamid.

KOLAKAPOS, Tirawuta–Pesantren Al-Bukhari Wesalo yang terletak di desa Wesalo, kecamatan Lalolae, terus meningkatkan mutu kualitas sumber daya manusia (SDM) santrinya dari berbagai bidang. Salah satunya dengan memberikan tambahan pelajaran. Terkini, Pesantren Al-Buhari untuk kedua kalinya kembali mengutus santrinya untuk menimba ilmu bahasa di salah satu perguruan tinggi yang ada di pulau Jawa. Hal ini diungkapkan pimpinan Pondok Pesantren Al-Bukhari Ustad Usman Hamid, kepada Kolaka Pos saat ditemui di kediamaannya, Rabu (13/9).
Menurut Ustad Usman, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan saat ini, pihaknya terus berupaya melakukan langkah-langkah konkrit dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Guna mewujudkan itu semua pihaknya terus berupaya menyiapkan segala fasilitas sarana dan prasarana, serta tenaga pendidik yang terampil dan berkualitas agar para santri tidak ketinggalan sehingga mampu bersaing.
Apa lagi di era globalisasi saat ini, menuntun seseorang agar mampu menguasai bahasa asing, salah satunya bahasa arab dan bahasa inggris. Olehnya itu, pihaknya pada awal September tahun ini telah mengutus sedikitanya 15 santriwan dan santriwati untuk belajar bahasa Inggris di Kampus Intense Pare kota Kediri yang juga dikenal sebagai kampung Inggris selama tiga Bulan.
“Allhamdulillah tahun lalu kita sudah mulai mencoba dan hasilnya memuaskan, bahkan salah satu alumni santri kita sudah masuk di jurusan kedokteran. Kita inginkan bahasa inggrisnya terus ditingkatkan, agar santri tidak hanya menguasai bahasa arab tetapi juga bahasa inggris. Jadi sudah menjadi agenda tahunan kita, setiap tahun para santri kita utus kesana (Kampus Intense Pare, red),” ungkapnya.
Selain itu, kata Usman, pihaknya juga telah menyiapkan satu guru Qira’ah Sab’ah yang mengajarkan secara khusus cara mendalami Al-Quran, dimana hanya ada satu guru di Sultra yang memliki ilmu tersebut.
“Pelajaran ini menjadi pelajaran ektsrakulikuler yang setiap hari Sabtu diajarkan dan siapapun yang ingin belajar ilmu ini, baik itu warga sekitar kita perbolehkan karena jurusan ini termaksud jurusan langka. Suatu ciri khas pesantren kami yaitu menyiapakan guru yang tidak dimiliki oleh pesantren lain yang ada di Sultra dan ini merupakan suatu kembangan tersendiri bagi kami,” katanya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top