BERITA UTAMA

PT Sari Asri Rezki Indonesia Tbk  Tak Mau Bayar Ganti Rugi Lahan di Desa Talodo

Foto Humas PT Sari Asri Rezki Indonesia Tbk Saiful

KOLAKAPOS, Tirawuta–Polemik yang terjadi antara masyarakat desa Talodo, kecamatan Lalolae dengan PT Sari Asri Rezki Indonesia Tbk, rupanya belum mendapatkan titik terang. Hal ini dikarenakan belum adanya kesepakatan antara kedua belah pihak. Apalagi lahan yang diklaim sebagai lahan masyarakat desa Talodo rupanya pihak perusahaan telah melakukan pembayaran kompensasi terkait pembebasan lahan tersebut.
Humas PT Sari Asri Rezki Indonesia Saiful, mengaku bahwa sebelum melakukan pengelolahan lahan untuk penanaman kelapa sawit, pihaknya terlebih dahulu melakukan pembebasan lahan kepada semua masyarakat kecamatan Lalolae dan kecamatan Tinondo yang memiliki hak atas lahan tersebut. Sehingga tak ada lagi gesekan antara warga dan perusahaan ” Jadi apa yang diklaim warga desa Talodo, itu kami telah melakukan proses pembayaran ” ungkap Saiful melalui saluran teleponnya Sabtu (16/9/2017).
Hanya saja kata Saiful, proses pembayarannya dilakukan kepada mantan camat Lalolae Atim Bioko yang mengklaim sebagai sebagai pemilik lahan tersebut. Apalagi Atim Bioko merupakan perintis lahirnya kecamatan Lalolae, jadi pihak perusahaan tidak ada lagi keraguan untuk tidak melakukan proses pembayaran. Selain itu sebelum dilakukan pembayaran tidak ada warga Talodo yang melakukan protes terkait kepemilikan lahan Atim Bioko ” Dananya kita sudah serahkan kepada dia (Atim Bioko) ” jelasnya.
Jadi kata dia, pihaknya tidak akan lagi melakukan pembayaran kompensasi untuk kedua kalinya. Sebab perusahaan telah melakukan proses pembayaran sebelumnya, apalagi dana yang sudah dikeluarkan perusahaan cukup besar dalam melakukan, baik itu proses pemberian kompensasi kepada warga maupun dalam melakukan pembukaan lahan.
Untuk itu, pihaknya menyerahkan persoalan ini kepada pihak terkait agar semua aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan lancar ” Kami dari perusahaan hanya menunggu hasil mediasi dari pihak pemerintah dan pihak berwajib. Dan kita harapkan ada solusi yang terbaik, sebab jika polemik terus ada perusahaan pasti akan gulung tikar ” katanya.
Saiful juga menyayangkan kepada warga Talodo yang melakukan pemblokiran akses jalan, sebab menurutnya pihaknya telah menyelesaikan semua apa yang dituntut oleh warga ” Kenapa dari awal sebelum lahan ini dibuka warga tidak melakukan protes, ini yang kita sesalkan. Apalagi saya liat masyarakat ada keraguan jika kami tidak akan mampu melakukan proses pembukaan lahan bahkan melakukan penanaman, karena sudah banyak investor yang masuk kesini tetapi selalu gagal, karena medannya yang cukup ekstrim” katanya
Olehnya itu, Saiful mengharapkan peran pemerintah agar mampu memberikan solusi yang terbaik sehingga pihaknya dapat menjalankan aktivitas dengan lancar tanpa ada hambatan. Karena semua itu demi kemajuan dan kesejahteraan warga Kolaka Timur (Koltim).
Untuk diketahui warga Talodo memblokir akses masuk perusahaan sawit, menuntut ganti rugi lahan. Akibatnya ribuan bibit kelapa sawit milik PT Sari Asri Rezki Indonesia terpaksa harus terbengkalai dipinggir jalan, bahkan sebagian bibit sudah mulai mati (K9/b/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top