HUKUM KRIMINAL

Sering Dimarahi, Agus Gantung Diri

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Palangka Raya–Agus Susanto (27) warga Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, nekat gantung diri karena sering dimarahi.

Informasi dihimpun Kalteng Pos dari kepolisian menyebutkan, Agus Susanto warga Nahan Belawan, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotim ini ditemukan menggantung di gudang penyimpanan barang Jalan Tjilik Riwut Km 88, akhir pekan kemarin.

Ia ditemukan ayahnya bernama Syahrani (53) dengan posisi tergantung pada seutas tali jemuran.

Dibawa ke Puskesmas Pundu untuk visum, Agus dipastikan meninggal akibat gantung diri.

Kapolsek Cempaga Hulu Iptu AA Rahmad mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga usai patroli dan langsung menuju tempat kejadian.

Dibeberkannya, kejadian itu berawal dari korban mendatangi rekannya bernama Suwanto (17) mengajak minum es kelapa sambil main domino, Kamis (14/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Keduanya bermain kartu ditemani Esti, Indah dan Utuy hingga pukul 20.30 WIB. Tiba-tiba korban pergi seorang diri dengan mengaku pulang ke rumah.

Selang satu jam, korban datang lagi ke lokasi tempatnya bermain domino dan melanjutkan permainan.

Setelah larut malam, akhirnya permainan selesai dan korban kembali pamitan ingin pulang ke rumah. Namun sudah tidak diketahui lagi keberadaannya.

“Kawan-kawannya merasa korban sudah berada dirumahnya dan tidak mengetahui lagi. Mereka merasa tidak ada yang aneh dan berjalan seperti biasa saja,” katanya.

Saat berada di rumah orang tuanya inilah, aksi nekat Agus membuat Syahrani terbangun. Pasalnya, Syahrani mendengar suara ayamnya ribut di gudang miliknya.

Awalnya ia biarkan begitu saja. Tetapi, semakin lama keributan tidak kunjung berhenti membuatnya terpaksa memeriksanya.

Masuk ke dalam gudang, ia dikejutkan dengan anaknya yang sudah tergantung pada tali yang diikat di atap.

“Saat itu korban masih dalam keadaan hidup sehingga talinya langsung diputus untuk menurunkan korban agar dibawa ke Pusksemas supaya mendapatkan pertolongan.

Begitu sampai di Puskesmas nyawa korban sudah tidak tertolong,” ujarnya.

Saking paniknya, ia melaporkan kepada warga sekitar dan ke Polsek Cempaga Hulu. Beberapa keluarga korban juga dimintai keterangan untuk mengetahui penyebab aksi nekat korban.

“Dari informasi yang didapat korban diduga selama ini merasa stress (tertekan) karena sering dimarahi,” ucap Kapolsek. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top