SULSELBAR

Tangis Bahagia Sambut Jamaah Haji

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Palopo–Penantian keluarga atas kepulangan jamaah haji Kota Palopo terlepaskan sudah. Mereka akhirnya bersua di halaman Masjid Agung Luwu Palopo akhir pekan kemarin.
Sanak saudara jamaah haji sejak pukul 06.00 Wita, berduyun-duyun ke Masjid Agung Luwu Palopo, untuk menyaksikan kepulangan orang yang dicintai, lantaran empat puluh hari lamanya meninggalkan Kota Palopo melaksanakan salah satu rukun Islam tersebut.

Sekitar pukul 07.30 Wita, tibalah mereka yang dinanti, jamaah haji Palopo. Empat bus yang ditumpangi yakni Bintang Timur mengambil tempat secara berbaris menghadap ke barat sehingga jamaah yang turun dari mobil langsung menuju Masjid Agung Luwu Palopo yang disambut langsung Wali Kota Palopo dan Muspida lainnya.

Satu persatu jamaah haji turun dari bus, nampak keharuan yang muncul dari jamaah dan keluarga. Ada yang berpelukan ada yang saling cium, tak mampu menahan air mata bahagia. Adapula seorang anak yang usianya sekira 40 tahunan nyelonong menggendong ibunya ketika baru turun dari bus.

Setelah seluruh jamaah haji memasuki Masjid Agung Luwu Palopo, perwakilan jamaah haji, H Badu Abinuddin, mewakili jamaah haji mengungkapkan pihaknya sangat berterimakasih dan sangat terharu atas pelayanan yang diberikan oleh Pemkot Palopo dan Kemenag selama ini.
“Kami berharap ibadah kami memberi keberkahan dan utamanya bisa menjadi haji yang mambrur,” sebutnya.

Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH yang berkesempatan memberikan sambutan menyebutkan bahwa dirinya merasa ikut bahagia bisa menyaksikan keluarga, masyarakat Kota Palopo kembali pulang dengan selamat.

Dikatakannya, mereka yang pulang dari tanah suci ini pada dirinya melekat yang namanya haji. Tentunya orang yang disebut sebagai haji, tidaklah sembarang, ada proses didalamnya, puncaknya melaksanakan ibadah haji di Mekkah sana. Mereka yang disebut haji seyogianya menjadi panutan serta contoh yang baik di masyarakat.

“Dengan kepulangan mereka ini, semoga membawa berkah perdamaian, kesejahteraan di kota kita tercinta ini,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang jamaah haji Kota Palopo, Hj Dra Nursyamsi, MA mengungkapkan dirinya bersyukur kembali selamat di tanah air. Diceritakannya banyak pengalaman-pengalaman indah ketika melaksanakan ibadah haji di Tanah Mekkah.

 

Ketika berada di Mekkah kata dia, dirinya merasa berada di kampung halaman. Bahkan dirinya hampir lupa punya kampung halaman, punya rumah dan lainnya.

“Itu dia karena suasana yang ada di Kota Mekkah, betul-betul kita disana merasakan nikmatnya ibadah,” sebutnya.
Padahal kalau dipikir, disana itu suhunya sampai 50 derajat celcius, kalau berjalan menuju sebuah tempat, sangat panas.

Ibarat jika bakar ikan atau jagung, berdekatan dengan pembakaran seperti itu rasanya. Tapi karena melaksanakan ibadah di kampung Nabi hal tersebut tidak menjadi halangan.

“Tapi kalau sudah masuk masjid, sudah dingin, sangat adem, begitupun di tempat kami menginap,” terangnya. (palopopos/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top