METRO KOLAKA

BNNK Kolaka Rehabilitasi Pecandu PCC

Ilustrasi/Net

KOLAKAPOS, Kolaka — Maraknya penyahgunaan Paracetamol Caffein Carisoprodol atau PCC di Sulawesi Tenggara membuat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kolaka turut prihatin dan meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya selama ini BNNK mengakui sudah sering melakukan sosialisasi mengenai jenis obat yang dilarang dikonsumsi tanpa ada resep dari dokter pada masyarakat dan pelajar. Untuk di Kolaka ini PCC masih ada, dan sudah ada ibu dari kecamatan Kolaka yang melaporkan anaknya sering mengkonsumsi pil jenis PCC, saat ini sudah kami obati (rehabilitasi) .

Kepala BNNK Eryan Noviandi mengakui jika PCC sudah ada di Kolaka bahkan ia mengakui PCC tersebut sudah lama ada di Kolaka.

“PCC merupakan obat keras golongan G, dimana golongan G tersebut bisa diberikan kepada pasien yang sakit namun dengan resep dokter. Jadi memang PCC itu sudah lama di Kolaka. Dan jika beredar harusnya menggunakan resep dokter,” katanya.

Sampai saat ini penggunaan PCC oleh masyarakat tanpa resep dokter di Kolaka belum terlalau diketahui oleh BNN Kolaka. Namun beberapa Minggu lalu ada orang tua yang melaporkan bahwa anaknya sering menkonsumsi PCC tidak dalam keadaan sakit.

“Kita sudah panggil anak dan ibu tersebut, alasan anak dengan usia (17) tahun mengkonsumsi PCC karena ikut-ikutan temanya. Pil PCC didapatkan di salah satu apotik di Kolaka. Kami juga sudah melakukan rehabilitasi anak tersebut,”katanya

Untuk Apotik yang melayani pembelian PCC dengan tidak menggunakan resep dokter. BNNK tidak bisa melakukan tindakan pasalnya BNNK tidak berwenang untuk menindak apotik tersebut. Kami juga menyangkan jika informasi yang beredar kasir apoik yang ada di Kolaka ada yang tidak mempunyai riwayat kesehatan.

“Kami mendapat informasi ada apotik di Kolaka yang menjaga apotik tidak mempunyai riwayat kesehatan atau bukan Apoteker. Kondisi tersebut sangat berbahaya karena jangan sampai obat dengan daftar G diberikan disalahgunakan dan bebas di perjualkan,” katanya

Eryan menambahkan sebenarnya PCC telah ditarik dari peredaran. Mengapa masih ada apotik di Kolaka. BNNK menghimbau pada masyarakat Kolaka terutama orang tua, tokoh masyarakat agar mewaspadai penyalahgunaan obat tertentu baik itu di lingkungan keluarga maupun di luar keluarga . Tidak ada yang mengtahui asal usulnya obat yang sering di konsumsi. Jangan sampai peyalahgunaan obat di Kolaka adalah strategi sindikat dan jaringan pengedar narkoba, jadi semua elemen harus saling membantu dalam pembrantasan obat terlarang.

“Tujuan para bandar narkoba tidak lain hanya ingin menghancurkan generasi muda di Kolaka. Untuk pelajar dan mahasiswa, agar tidak mengkonsumsi obat tertentu yang tidak diketahui asal-usulnya. Sebaiknya jika ada yang memberikan obat silahkan datang pada BNNK Kolaka agar bisa dideteksi apakah itu obat berbahaya atau tidak,” tuturnya(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top