EKOBIS

SIGC Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Hanya 5,3 Persen

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Jakarta–SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) memiliki prediksi pertumbuhan ekonomi domestik yang sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi pemerintah.

Namun, sudah ada gejala ekonomi yang menembus tataran ekspansif setelah siklus kontraksi terhenti.

Pemerintah sendiri mematok target pertumbuhan ekonomi yang cukup optimistis pada tahun depan, yakni 5,4 persen.

Chief Economist SIGC Eric Alexander Sugandi menuturkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan diproyeksikan di kisaran 5,3 persen.

Dia menguraikan, ekonomi Indonesia menghadapi tekanan sejak 2014. Yakni, saat harga-harga komoditas sangat terpukul.

”Sejak 2014, pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia tertahan di sekitar angka lima persen karena tertekannya harga komoditas batu bara dan minyak kelapa sawit di pasar global,” ujarnya.

Pelemahan pertumbuhan ekonomi tersebut terlihat dari tergerusnya kinerja ekspor berbasiskan komoditas.

Kemudian, turunnya investasi ke sektor pertambangan dan penggalian serta melemahnya daya beli masyarakat yang pendapatannya bergantung pada sektor komoditas.

Sebenarnya, kata Eric, jika dilihat per triwulan, perekonomian Indonesia mulai tumbuh di atas tren pertumbuhan jangka panjang sejak triwulan keempat 2015 dan semakin jelas terlihat sejak 2016.

”Hal ini mungkin menandakan akan segera dimulainya tahap ekspansi dalam siklus bisnis pada perekonomian Indonesia, setelah sebelumnya mengalami tahap kontraksi sejak triwulan ketiga 2012. Pergerakan harga komoditas di pasar global ikut mempengaruhi siklus bisnis pada perekonomian Indonesia,” jelasnya. (jpnn)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top