KONAWE SELATAN

Pengurus Bumdes di Konsel Dilatih Kewirausahaan

Wabup Konsel Arsalim Arifin saat mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh BNI.FOTO:Syaprudin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo–Pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang berjumlah 74 orang dari tujuh kecamatan, serta Kades se-kabupaten Konsel mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Bank Negara Indonesia (BNI).
Kegiatan workshop tersebut dibuka oleh wakil bupati Konsel Arsalim Arifin, didampingi Kadis BPMD I Putu Darta, serta kepala cabang BNI Kendari Muzzakir dan Kacab BNI KCP Konsel Ishak Hasabu, Selasa (19/9).
Dalam sambutannya Arsalim Arifin mengatakan, Pemda Konsel memberikan apresiasi atas kesediaan pihak BNI dan jajarannya yang bersedia memberikan pelatihan, pembekalan mengenai cara menjadi wirausahawan dan cara mendapatkan kredit usaha yang baik, kepada seluruh pengurus Bumdes se-Konsel.
“Untuk itu melalui kegiatan ini kita harapkan seluruh peserta betul-betul menyimak, memperhatikan dan mempertanyakan semua yang berhubungan dengan isi materi workshop kepada pematerinya,” jelasnya.
Lanjutnya, sebaiknya Dana Desa dikelola melalui Bumdes dan uangnya diputar keberbagai sektor bisnis, yang menguntungkan dengan menyesuaikan potensi di desanya. Sehingga hasilnya bisa dibagi nantinya, misalnya sekian persen masuk di APBDes, bahkan melalui musyawarah Desa bisa digunakan untuk pembangunan Masjid, balai desa hingga kantor desa.
“Daripada setiap saat ke kantor bawa proposal untuk sumbangan pembangunan Masjid, lebih baik dana Bumdesnya dikelola dengan benar dan hasilnya bisa digunakan bangun Masjid dan lain sebagainya,” kata Arsalim.
Lebih jauh dikatakannya, Desa harus sinergi program perencanaannya dengan Pemda, jangan seenaknya buat program sendiri, biar sejalan dan lebih efektif, efisien serta tepat sasaran. Selain itu harus mempunyai terobosan, kreatifitas yang menonjol dalam meningkatkan APBDesnya, yang bisa menghasilkan omzet hingga Milyaran pertahun yang tentu berdampak dengan meningkatnya perputaran ekonomi dan pendapatan masyarakat.
“Jika desanya sudah maju karena pendapatan APBDesnya baik, maka Desa bisa memberikan gaji kepada aparatnya yang tadinya gajinya hanya ratusan, tentu sudah bisa memberikan gaji hingga jutaan perbulan, oleh karenanya semangat kewirausahawan itu penting kita pupuk dan kembangkan. Contohnya Desa Lalembuu, Bumdesnya membuat pupuk organik dan diberikan kepada petani, sekarang hasil pertaniannya meningkat dan sudah kita rasakan manfaatnya, walaupun terkendala permodalan,” tutupnya.
Sementara itu Pimpinan BNI Kantor Cabang Kendari Muzakkir mengatakan, Workshop ini terselenggara atas kerjasama Bank BNI dengan Pemkab Konsel dalam hal ini DPMD, untuk ikut memberdayakan DD yang telah diterima dari Pemerintah ke desa dan melakukan pendampingan terhadap Bumdes.
“Agar DD lebih transparan dan mudah untuk di pertanggung jawabkan, maka dibuatkan program cara Pengelolaan anggaran DD,” jelasnya. (k5/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top