HUKUM KRIMINAL

Lisa Tega Tusuk Bayi Sendiri dengan Gunting

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Trenggalek–isa Andini (23) warga Bendoagung, Kabupaten Trenggalek, tega membunuh bayinya sendiri
berjenis kelamin laki – laki yang baru saja dilahirkannya.

Dia menusuk sang bayi dengan gunting karena malu melahirkan di luar nikah.

Peristiwa ini bermula saat tersangka sedang hamil 9 bulan merasakan mulas yang
teramat sangat.

Saat itu Lisa langsung masuk ke kamar mandi di rumah bibinya, di Dusun Margo Desa
Margomulyo.

Dia kemudian melahirkan di kamar mandi dengan posisi berdiri .

Mengetahui bayinya telah lahir, tersangka spontan berteriak meminta tolong kepada
bibinya untuk mengambilkan gunting.

Bibinya pun memberikan gunting kepada tersangka melalui atas pintu tanpa mengerti
kalau tersangka sudah melahirkan.

Setelah gunting tersebut digunakan untuk memotong tali pusar bayinya, gunting
tersebut digunakan tersangka untuk menusuk dada bagian kanan bayi hingga tembus ke
paru – paru .
Setelah melakukan penusukan, tersangka membungkus bayinya dengan kantong zak semen
dan membuangnya ke kebun tebing belakang rumah bibinya.

Setelah kembali lagi ke rumah, bibinya yang curiga karena terdapat noda darah di
pakaian tersangka, kemudian bertanya, apakah tersangka sudah melahirkan.

Bibinya pun mengecek ke kamar mandi dan mendengar tangisan bayi dari belakang
rumahnya. Setelah dicek ternyata benar, Lisa sudah melahirkan.

“Bayi itu pun segera dilarikan ke rumah sakit daerah. Dokter menemukan bayi tersebut
mati secara tidak wajar .

“Bayinya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri guna menjalani,” ujar
Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman.

Tersangka mengelak, telah membunuh bayinya sendiri. Menurut pengakuan tersangka,
bayinya tersebut meninggal akibat terkena pecahan keramik pada saat di kamar mandi.

Namun dari bukti autopsi dan olah TKP dibuktikan kalau bayi tersebut mati akibat
dibunuh.

Dari tangan pelaku, polisi menyita satu buah gunting, satu buah zak semen, satu setel
pakaian tersangka yang berlumuran darah, satu pakaian dalam tersangka, seprai yang
berlumuran darah.

 

“Polisi juga mengamankan hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri,”
imbuh Donny.

Akibat perbuatannya, Lisa dijerat dengan pasal 76 c junto 80 ayat 4 UU RI no. 35
tahun 2014 perubahan UU RI no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top