KOLAKA TIMUR

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Dikmudora Koltim Gandeng LPMP Sultra

Suasa workshop yang digelar Dikmudora Koltim.FOTO:Neno/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Tirawuta–Peningkatan mutu pendidikan harus terus digalakkan, terlebih lagi yang berkaitan dengan delapan standar mutu pendidikan nasional. Untuk itu, Dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (Dikmudora) Kolaka Timur, bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sultra, menggelar workshop pendampingan sekolah model untuk implementasi sistem penjamin mutu internal (SPMI) tingkat sekolah dasar (SD) se-kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang dilaksanakan selama empat hari, mulai 21 September hingga 24 September, yang dipusatkan di gedung SD Negeri 1 Gunung Jaya, kecamatan Dangia.
Sekretaris dinas (Sekdis) Dikmudora Koltim Nyoman Abdi mengatakan, berdasakan peraturan menteri pendidikan nasional (Permendiknas) tentang delapan standar mutu pendidikan, pihaknya bekerjasama dengan LPMP Sultra mengadakan kegiatan workshop, guna meningkatkan pemahaman terkait peningkatkan mutu pendidikan berdaskan Permendiknas tersebut
Menurut Abdi, dalam konteks pengembangan mutu pendidikan perlu adanya delapan standar nasional mutu pendidikan, atau biasa disebut sistem penjaminan mutu internal. Sehingga dalam pencapaian tersebut dibutuhkan pemahaman mendalam melalui kegiatan workshop. “Yang dilakukan teman-teman guru saat ini adalah bimbingan teknik atau bintek terkait penjaminan mutu internal, dalam rangka untuk mengakses kebutuhan proses pembelajaran di ruang kelas itu seperti apa? Jadi melalui kegiatan ini, kita mencoba untuk menerapkannya,” ujar Nyoman Abdi, Jumat (22/9).
Sehingga berdasarkan data nantinya kita akan capai mutu pendidikan yang sesuai dengan delapan standar nasional, termasuk dari delapan standar itu ada empat standar terkait anak-anak. “Adapun kedelapan standar tersebut meliputi, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan dan standar penilaian pendidikan. Kita harapkan pemahaman guru terus meningkat, sehingga dalam penerapannya nanti tidak ada kendala,” harapnya.
Semetara itu, fasilitator daerah Syafruddin mengatakan, tujuan bintek ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru terkait penjaminan mutu pendidikan yang sesuai delapan standar mutu pendidikan nasional, sementara kriteria sekolah model itu diantaranya mendekati pelayanan minimal sesuai delapan standar nasional mutu pendidikan. “Kegiatan ini diikuti 25 peserta dari 5 sekolah dasar yang ada di kabupaten Koltim, yaitu SDN 1 Gunung Jaya, SDN 1 Atula, SDN 1 Tinenggi, SDN Aere dan SDN 1 Penanggo Jaya. Jadi persekolah terdiri dari kepala sekolah, 2 orang guru, 1 pengawas sekolah dan 1 komite sekolah,” paparnya. (k9/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top