METRO KOLAKA

Kades : Saya Tidak Pernah Dipaksa Beli Pupuk Bio Boost

KOLAKAPOS, Kolaka–Tiga kepala desa menyatakan siap untuk menjadi saksi jika masalah pembelian pupuk bermerek tertentu menjadi sesuatu yang dinyatakan salah. Kepala desa mengaku jika pembelian salah satu pupuk bukan atas keinginan dari kepala Dinas Peberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes). Pengadaan pupuk cair atas dasar usulan masyarakat bawah, untuk jenis pupuk juga keinginan dari masyarakat.Bahkan kepala desa mengaku tidak pernah di paksa untuk beli pupuk jenis Bio Boost.

Syahrul Kepala Desa Sabiano kecamatan Wundulako mengakui pada 2017 ini mengusulkan kepada Pemdes agar pembelanjaan anggaran nantinya di belanjakan untuk pemebelian pupuk. Karena masyarakat di desa Sabiano sepertinya sudah cocok dengan pupuk organik yang bermerek Bio Boost.

“Untuk tahun ini saya menganggarkan Rp25 juta untuk belanja pupuk organik. Alhamdulilah respon masyarakat sangat baik. Apalagi pupuk cair ini sangat cocok untuk petani tambak, pupuk ini cocok untuk tanaman dan perawatan empang ,”katanya.

Informasi yang mengatakan ada paksaan penunjukan lansung agar membeli pupuk Bio Boost dari kepala dinas Pemdes Kolaka,itu tidak benar. Kami memilih Bio Bost karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya pupuk cocok di semua jenis tanah karena pupuk itu dapat mengambalikan unsur hara yang di butuhkan oleh tumbuhan terutama lumut yang juga pakan makan alami ikan.

Sementara itu kepala Desa Ponduwae Kecamatan Polinggona Yusuf mengatakan semua penduduk yang ada di desa Ponduwae adalah petani. Untuk penggunaan Bio Boost adalah usulan dari masyarakat melaui musyawarah dusun.

“Sebelum pupuk Bio Boost ini dipermasalahkan sebenarnya petani kami sudah menggunkan pupuk tersebut. Setelah diketahui aggaran desa bisa untuk melakukan pembelanjaan pupuk Bio Boost. Kami bersama masyarakat sepakat untuk melakukan pembelian dengan menggunkan dana desa tersebit,” katanya.

Untuk tahun ini anggaran pembelian pupuk organik di desa Ponduwae Rp15 juta. Pupuk tersebut nantinya akan dibagi kepada kelompok tani yang ada di desa.

“Pupuk Bio Boost tersebut telah diminati oleh masyarakat, mulai dari petani Padi, Nilam bahkan saat ini petani Lombok juga meminta untuk bantuan pupuk tersebut,” tambahnya

Di tempat yang sama Kepala Desa Towua Kecamatan Wundulako Beddulahi mengatakan dalam pebelian Pupuk Bio Boost tidak semua desa menganggarkan, kemudian pembelian juga tidak pernah diarahkan kepada satu merek tertentu.

“Saya tidak pernah di paksa oleh siapapun untuk membeli pupuk bio boost. pembelanjaan pupuk ini adalah keinginan masyarakat,” tuturnya.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top