BERITA UTAMA

Klinik Bantuan Antam di Pesouha Mubazir?

KOLAKAPOS, Kolaka–24 April 2016 lalu merupakan momen istimewa dan mungkin tak akan dilupakan masyarakat desa Pesouha, kecamatan Pomalaa, Kolaka. Pasalnya, Gubernur Sultra yang saat itu masih dijabat oleh Nur Alam, meresmikan klinik yang dibangun oleh PT Antam UBPN Sultra melalui bantuan CSR di desa tersebut. Sayangnya, klinik yang digadang-gadang sebagai salah satu tempat berobat favorit di Bumi Mekongga itu, kini dianggap oleh warga Desa Pesouha sebagai pembangunan yang mubazir. Pasalnya, klinik yang diprediksi menghabiskan anggaran ratusan juta tersebut kini sudah tidak difungsikan.
Berdasarkan pantauan Kolaka Pos, klinik bantuan CSR Antam itu tidak hanya terlihat tak difungsikan, tetapi juga seperti tidak terawat. Di bagian teras klinik terlihat mulai ditumbuhi rerumputan. Begitupun di halaman klinik yang paving bloknya nampak mulai dipenuhi lumut. Suasananya sangat sepi, tak ada satupun petugas klinik yang terlihat. Pagar dan pintu klinik juga tertutup rapat. Padahal waktu saat itu menunjukkan pukul 11.00 Wita. Ironisnya, pada papan nama yang melekat di depan klinik, bertuliskan klinik rumah sehat keluarga 24 jam.
Seorang warga desa Pesouha yang enggan namanya dikorankan mengungkapkan, klinik tersebut sudah lama tidak difungsikan. Sayangnya, warga yang tinggal di sekitar klinik itu, tidak mengetahui secara persis kapan klinik tersebut mulai tidak berfungsi. “Yang jelas klinik ini sejak sebelum bulan puasa (Juni, red) sudah tidak ada mi petugasnya. Lari satu-satu, soalnya tidak ada yang berobat,” ungkapnya.
Menurut warga tersebut, lokasi pembangunan klinik yang kurang strategis dan infrastruktur yang tidak baik, menjadi penyebab kurangnya warga yang berobat di klinik tersebut. “Lokasinya jauh dari jalan poros, jadi jarang yang tahu kalau ada klinik di dalam lorong. Ada juga yang tahu, tapi mereka lebih memilih berobat di puskesmas atau rumah sakit. Soalnya jalannya jauh masuk ke dalam baru belum diaspal. Kalau hujan jalanannya licin dan berlumpur,” katanya.
Pria yang ditaksir berusia 30 tahun tersebut juga mengesalkan sikap pihak Antam, yang terkesan menghindari pertanyaan warga terkait tidak difungsikannya klinik tersebut. Pasalnya, pada saat Antam melakukan silaturahmi ke Desa Pesouha beberapa waktu lalu, pihak Antam tidak mengadakan sesi tanya jawab terkait keluhan warga di Desa Pesouha.
“Kalau silaturahmi dengan desa lain, Antam biasa membuka sesi tanya jawab terkait permasalahan yang ada di desa tersebut. Tapi di Desa Pesouha tidak ada sesi tanya jawab. Padahal banyak yang kami mau tanyakan kepada Antam waktu mereka datang silaturahmi, salah satunya tentang klinik. Tapi waktu itu mereka buru-buru mengakhiri pertemuan dengan warga, jadi tidak ada sesi tanya jawab. Alasannya ada tamu di kantornya, jadi mereka buru-buru pulang ke kantor. Padahal waktu dari pertemuan di Kantor Desa Pesouha, mereka tidak langsung ke kantornya, tapi mereka singgah dulu makan di rumah makan,” kesalnya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan silaturahmi antara PT Antam dengan masyarakat Pesouha saat itu, dihadiri oleh Manager External Relation PT Antam (Persero) Tbk UBPN Sultra, Pamiluddin Abdullah, Camat Pomalaa Sairman, Danramil 1412- 02/Wundulako Kapten Inf Sukastrianto, serta Kapolsek Pomalaa Iptu Husni Abda. (wir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top