SULSELBAR

Tim KARS Survei Akhir Akreditasi RSUD Bulukumba

IST CINDERAMATA-BUPATI BULUKUMBA AM SUKRI SAPPEWALI MENYERAHKAN CINDERAMATA KEPADA TIM SURVEYOR KARS JAKARTA YANG AKAN MELAKUKAN SURVEI AKHIR AKREDITASI RSUD ANDI SULTHAN DAENG RADJA.

KOLAKAPOS, Bulukumba — Tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Jakarta kembali mengunjungi Bulukumba. Setibanya di daerah ini, tim yang berjumlah empat orang tersebut dijamu di rumah jabatan bupati.

Kedatangan mereka untuk melakukan survei akhir akreditasi RSUD Andi Sulthan Daeng Radja. Beberapa bulan lalu tim KARS sudah berkunjung ke rumah sakit untuk survei simulasi. Rekomendasi dari survei simulasi yang lalu, menjadi bahan perbaikan menuju pemenuhan syarat mencapai akreditasi paripurna.

Untuk memenuhi syarat tersebut, pihak RSUD membentuk Tim Pokja Akreditasi yang terdiri 15 Pokja yang bekerja guna meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima.

Kepada tamunya, Bupati AM Sukri Sappewali menyampaikan selamat datang kepada tim akreditasi di daerah yang dikenal dengan sebutan Butta Panrita Lopi. RSUD Bulukumba, kata AM Sukri, telah ditetapkan oleh gubernur sebagai rumah sakit rujukan di kawasan selatan Sulawesi Selatan.

“Rumah sakit kita sudah terbangun. Tinggal bagaimana mengelola rumah sakit ini dengan baik sesuai standar,” ujar AM Sukri dalam sambutannya
Olehnya itu, AM Sukri Sappewali berharap tim surveyor KARS dapat memberikan masukan dan kritikan dalam upaya-upaya perbaikan terhadap pengelolaan rumah sakit.

Ketua Tim Surveyor dr Yanuar Hamid, menjelaskan lembaga yang menaunginya adalah wadah independen dalam bekerja yang juga sudah diakreditasi oleh lembaga internasional. Anggota komisi, tambah Yanuar, beragam dan dari berbagai profesi. Mereka memiliki pengalaman terkait dengan rumah sakit.

“Sebenarnya kami ditugaskan oleh komisi untuk mencocokkan apakah rumah sakit sudah menjalankan tupoksi sesuai standar. Jadi akreditasi ini semacam bentuk pengakuan bahwa rumah sakit ini sudah melaksanakan standar pengelolaan,” kata Yanuar Hamid.

Standar yang dipakai dalam menilai rumah sakit, lanjut Yuniar, yakni menggunakan versi 2012. Menurutnya, akreditasi ini sebagai upaya meningkatkan mutu rumah sakit. (bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top