KOTA KENDARI

Bisnis Pakaian Bekas di Kendari Mulai Lesu

Net/ILustrasi

KOLAKAPOS, Kendari–Bisnis pakaian bekas, yang biasa disebut dengan “RB” atau cakar (cap karang), di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara diakui para pedagang sudah mulai lesu karena peminatnya sudah berkurang.

“Para pedagang pakiana bekas ini, sisa menunggu kebangkrutan, karena selain harga per-ballnya cukup mahal di sisi lain konsumen yang membeli sudah mulai kurang,” kata Anto (45), salah satu penjual pakaian bekjas di Kendari, Rabu.

Anto sedikit berkisah bahwa, pakaian bekas yang dulunya dibeli dalam satu ball hanya seharga Rp2 juta hingga Rp2,5 juta kini sudah naik hingga Rp5 juta bahkan ada yang mencapai Rp7 juta lebih per ball, sementara isi pakaian dalam ball itu belum diketahui secara keseluruhan.

“Kita berdagang pakaian bekas ini, untung-untungan. Artinya ia rejeki datang kita bisa untuk dua kalilipat dari modal awal. Sementara bila rejeki tidak berpihak ke kita maka bisa rugi tiga kali lipat,” ujarnya.

Ia mengatakan, penjualan pakaian bekas saat ini hanya ramai disaat ada momen tertentu seperti, bila ada kegiatan pameran pembangunan atau keigiatan bersifat nasional dengan tyami dari luar daerah. Namun dalam kondisi seperti saat ini sangat susah ada pembeli yang datang.

Kota Kendari yang terkenal dengan pakaian bekas berangsur-angsur kehilangan pamornya, karena warga kini justru memilih untuk berbelanja di mall-mall atau swalayan seperti di Matahari dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya yang dinilai lebih ramai dan lengkap dan harga pun terjangkau.

Untuk harga pakaian kemeja saat ini hanya bisa dipasarkan antara Rp30.000-Rp50.000 per lembarnya, bahkan ada di bawah itu tergantung dari kualitas pakian itu.

Begitu pula dengan jenis sepatu, tergantung dari mereknya antara Rp50.000 per pasanga hingga Rp500 ribu. Sementara untuk harga yang jutaan merupakan merek tertentu.

Meskipun ada pelarangan Memperindag terkait impor pakian bekas, namun masih saja aktifitas penjualan pakian bekas bermerek itu masih ramai terutama untuk jenis pakaian jeans, sepatu dan kemeja untuk pria dewasa dan wanita.

“Memang pernah terjadi penghentian penjualan pakaian bekas karena ada razia dari instansi tertentu, namun setelah itu ramai kembali dan menjual sisa-sisa stok persediaan yang belum terjual,” ujar Lili (40) pedagang RB lainnya. (p2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top