BERITA UTAMA

Warga Sabilambo Tanam Pohon Pisang Ditengah Jalan, Lurahnya Marah

Aksi protes warga Sabilambo. FOTO: Mirwanto/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Karena kesal proyek pembangunan ruas jalan Propinsi di Kelurahan Sabilambo Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka yang tak kunjung kelar, warga akhirnya menanam pohon pisang ditengah jalan ruas jalan yang belum diaspal tersebut tepat di depan rumah anggota DPRD Kolaka Sainal Amrin, pada Jumat pagi (29/9). Selain menanam pohon pisang, warga juga menuliskan pesan pada kertas yang digantung pohon pisang tersebut yang bertuliskan “Kami sudah bosan dengan Debu”.

“Ya kami sudah bosan dengan debu tiap hari, masa sudah 13 bulan di kerjakan dari lebarran tahun lalau sampai datang lebaran ini lagi belum juga diaspal,” kata Jamaluddin, warga yang menanam pohon pisang tersebut.
Jamaluddin juga menuding pihak kontraktor tidak becus dan tidak berkompeten dalam menegerjakan proyek pembangunan jalan yang menelan biaya milyaran rupiah tersebut.

“Kami mau pemerintah bisa menyaksikan ini, kirimkan ini sama Jokowi, seharusnya pemerintah tidak menunjuk kontraktor seperti ini, tidak qualified, ini proyek milyaran rupiah tapi hasilnya begini, saya potes tanam pohon pisang begini demi kepentingan rakyat banyak,” teriaknya.

Namun sayangnya aksi protes warga tesebut mendapat tantangan dari lurah setempat. Asmadi, kepala kelurahan Sabilambo merasa protes warga tersebut berlebihan dan akhirnya menendang pohon pisang yang ditanam warga tersebut. “Rakyat yang mana?, semua masyarakat disini adalah masyarakatku,” teriaknya emosi melihat protes warga tesebut.

Merasa aksinya dihalangi oleh lurahnya, Jamaluddin pun tersulut emosi. Adu mulut antara Jamaluddin dan Pak lurahnya ditengah jalanpun tak terhindari. Bahkan keduanya nyaris adu jotos dan menjadi perhatian pengguna jalan.Beruntung beberapa warga melerainya. Bahkan anggota DPRD Kolaka, Sainal Amrin turun menenangkan keduanya.

“Saya juga kaget, saya bangun pagi-pagi sudah ada ribut-ribut, sebenarnya persoalan ini sudah disampaikan ke DPRD Kolaka, dan teman-teman di komisi tiga sudah teuskan ke DPRD propinsi,” papar Sainal.
Dia juga menyayangkan ada kejadian tersebut dan keduanya tersulut emosi. Legislator Hanura juga beharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Dia juga meminta pihak kontraktor segea menyelesaikan pekerjaan jalan tersebut. (cr4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top