BERITA UTAMA

123 Kades di Muna Terancam Pidana Jika Tidak Ganti Dana Studi Banding Rp649 Juta

Kasi Intel Kejari Muna, Laode Abdul Sofyan

KOLAKAPOS, Raha — Meski sudah menyeret dua mantan pejabat di Badan pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Muna, yakni La Palaka (mantan Kadis) dan Nasaruddin Zaga (mantan Kabid Pemerintahan Desa) ke bui, namun perkara korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) di Muna masih berpeluang lanjut lagi.

Kasi Intel Kejari Muna Laode Abdul Sofyan mengatakan, 123 Kepala Desa yang turut studi banding ke Yogyakarta tahun 2015, terancam pidana juga. Khususnya, jika mereka tidak mengembalikan dana yang digunakan untuk studi banding tersebut. Sofyan menyebut total kerugian negara yang harus diganti 123 Kades itu sebesar Rp649 juta. “Pengembalian ini berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Kendari nomor 32/pid.Sus.TPK/2017. Dimana, pengembalian uang negara akan dibebankan kepada 123 Kades. Kalau tidak dikembalikan maka mereka diproses hukum saja, karena putusan Tipikor sudah memutuskan sejak dua bulan yang lalu,” tegasnya saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin, (4/12).

Uang ratusan juta tersebut terang Sofyan, seluruhnya akan dikembalikan ke kas daerah. Sebab, dalam perkara korupsi ADD 2015 itu yang dirugikan adalah negera. Dalam hal ini Pemda Muna. “Karena ini dari APBD, makanya dikembalikan kekas daerah,” terangnya.

Sofyan juga menyebut, dalam masa proses penanganan pengembalian uang negera dari Kades ke Kejari Muna, pihaknya terus melakukan kordinasi dengan Aparat Pengawas Internal (APIT) yakni Inspektorat dan DPMD Muna. (m1/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top