KONAWE

2018, Dinas Pendidikan Konawe Bakal Usulkan Penerimaan Guru Honorer

Ketua PGRI Konawe, Suriyadi

KOLAKAPOS, Unaaha–Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Konawe, Suriyadi, mengaku jika keberadaan guru di Konawe masih kurang. Keberadaan guru ini khusus guru yang memiliki kompetensi di bidang study Seni dan study pendidikan jasmani dan olah raga.
Dikatakannya, dari seluruh jenjang sekolah, Dinas pendidikan nasional kabupaten Konawe mengakui jika guru dengan kompetensi tersebut sangat di butuhkan saat ini.

Untuk itu, kata Suryadi, untuk memenuhi kebutuhan guru di bidang studi seni dan pendidikan jasmani dan  olah raga, kedepannya dinas pendidikan nasional kabupaten Konawe akan mengusulkan ke daerah untuk di usulkan dalam anggar daerah, di dalam perekrutan guru honor daerah (Honda) di tahun 2018, dengan jumlah kebutuhan mencapai 500 orang.

” Kita akan usulkan lagi guru honor daerah. Kita prioritaskan untuk tenaga pengajar dengan bidang study Seni dan bidang study Pendidikan Jasmani dan Olah Raga,” Kata Suriyadi usai upacara Hari Guru Nasional senin (27/11).

Diterangkan Suriyadi, ada beberapa program guru yang di cetuskan pemerintah, baik yang di biayai dari APBN maupun APBD, namun lagi-lagi program ini sama sekali tidak memperhatikan perekrutan bagi guru yang memiliki kompetensi tersebut, sehingga keberadaan guru Seni dan kesehatan jasmani ini kurang di perhatikan dan imbasnga pada sekolah di semua jenjang, untuk itu tahun 2018 dinas pendidikan merencanakan untuk merekrutnya.

” Kita lihat anggaran daerah, jika memungkinkan maka kita akan lakukan, syaratnya untuk honor daerah, sama seperti tahap pertama pengangkatan honor daerah yang mencapai 700 orang,” imbuh Suriyadi.

Terakhir Suriyadi menambahkan, saat ini guru yang mengajarkan bidang study Seni dan bidang study pendidikan jasmani hanyalah guru-guru yang memiliki kemampuan lebih dan masalah pemberian materipun kepada peserta didik tidak setuntas jika guru yang memilii disiplin ilmu  yang tepat.

” Paling kalau ada guru yang bisa itu yang di gunakan mengajar. Kita kan tahu besik guru sekarang hampir rata-rata dari Spd,” tutur Suriyadi.(m4)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top