BERITA UTAMA

Dugaan Korupsi DAK Muna 2015, Ratna Ningsih dan Idrus Gafiruddin Yakin “Bersih”

Mantan Kadis PPKAD Muna, Ratna Ningsih saat menghadiri pemeriksaan di kantor Kejari Muna terkait dugaan korupsi DAK Muna 2015. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, RAHA — Nyaris tak terdengar gaungnya, dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna tahun 2015 sebesar Rp310 miliar ternyata masih berjalan. Kemarin (5/12), dua pejabat Muna diperiksa Kejari Muna sebagai saksi dugaan tersebut.

Dua pejabat yang diperiksa yakni mantan Kepala Kasda DPPKAD Muna, Idrus Gafiruddin dan Mantan Kadis PPKAD Muna, Ratna Ningsih. Menariknya, Idrus Gafiruddin mengatakan penggunaan dan pengelolaan DAK 2015 itu sesuai mekanisme. Karenanya, ia yakin tidak akan tersangkut dugaan mega korupsi itu. “Tidak ada yang salah. Dalam tata pengelolaanya DAK sudah berdasarkan payung hukum, kalaupun ada yang salah, BPK duluan yang akan periksa,” singkat Idrus.

Sementara itu, Ratna Ningsih engan berkomentar banyak ketika ditodong pertanyaan oleh wartawan. Ia beralasan sedang kurang fit. “No komen dulu. Yang penting hari ini saya diperiksa sehat, tapi sedikit flu-flu. Namun saya berusaha sehat agar selesai masalah,” ucapnya.

Bukamnya Ia kepada awak media terkait pemeriksaannya siang itu terang Ratna Ningsih disebabkan Ia ingin menghargai proses penyidikan perkara tersebut. “Masih diperiksa, jadi tidak etis. Saling menghormati, saling menghargai sesama abdi negara. Saya pernah di Inspektorat, jadi saya hormati proses pemeriksaan. Tunggu saja, kalian akan puas kalau sudah saya jelaskan. Jadi no Komen dulu,” katanya sembari meninggalkan awak media dan kembali keruangan Jaksa Fungsional untuk melanjutkan pemeriksaanya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Muna Laode Abdul Sofyan membenarkan jika siang itu pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap dua eks pejabat DPPKAD Muna. Menurutnya, kedua orang ASN tersebut diperiksa atas dugaan Korupsi DAK Muna 2015. “Terkait Deposito. Mereka diperiksa sebagai saksi,” ungkapnya.

Disinggung terkait penetapan tersangka, Sofyan mengarahkan awak media agar hal tersebut ditanyakan kepada pimpinannya. (Kajari Muna Badrut Tamam. Red). “Nanti tanya pak Kajari kalau itu,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top