EKOBIS

Prodia Raih Indonesia Laboratory Services Company 2017

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Jakarta–Kinerja bagus yang ditunjukkan PT Prodia Widyahusada Tbk berbuah penghargaan bergengsi.

Emiten berkode PRDA itu menyabet 2017 Indonesia Laboratory Services Company of the Year dari Frost & Sullivan.

Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty pada acara Indonesia Excellence Awards 2017 yang diselenggarakan Frost & Sullivan di Hotel Mandarin Oriental, 28 November.

Frost & Sullivan adalah lembaga konsultan global yang memiliki jaringan di sekitar 40 negara di seluruh dunia.

Lembaga itu berperan sebagai the growth partnership company yang berkolaborasi dengan berbagai perusahaan multinasional.

Frost & Sullivan menerapkan beberapa indikator dalam melakukan penilaian.

Di antaranya, jejaring layanan terbesar dan terluas, inovasi layanan bagi pelanggan, perluasan layanan bagi pelanggan, strategi customer services, penerapan teknologi digital, serta pencapaian perusahaan.

Dewi mengatakan, penghargaan itu merupakan buah kerja keras dan dedikasi manajemen serta karyawan Prodia.

Dewi juga mempersembahkan penghargaan itu untuk pelanggan yang sudah memercayakan pemeriksaan kesehatan kepada Prodia.

“Bagi kami, pelayanan kesehatan adalah soal trust dan hal itu benar-benar kami jaga. Penghargaan ini tentunya sekaligus menjadi motivasi bagi Prodia untuk selalu memberikan kualitas layanan pemeriksaan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” jelas Dewi.

Berdasarkan penilaian dari Frost & Sullivan pada 2015, Prodia memiliki market share sebesar 35 persen.

“Sebagai pionir dalam industri laboratorium klinik di Indonesia, kami akan terus mempertahankan dan meningkatkan market share Prodia melalui inovasi dan value creation,” tambah Dewi.

Saat ini, Prodia telah memiliki layanan hasil online dan pesan online (e-registration dan e-payment).

Kedua layanan itu untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam melakukan registrasi, pembayaran, dan pengambilan hasil, serta membuat Prodia menjadi lebih dekat dengan para konsumen.

Selain itu, Prodia juga telah menghadirkan specialty clinics yang menyediakan layanan kesehatan khusus bagi wanita, anak-anak, dan pelanggan usia lanjut melalui Prodia Women’s Health Centre (PWHC), Prodia Children’s Health Centre (PCHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Pada awal November 2017, Prodia telah meluncurkan pemeriksaan ProSafe.

Itu adalah tes pemeriksaan unggulan untuk memprediksi risiko kehamilan bayidown syndrome.

Pemeriksaan ProSafe menggunakan teknologi terbaru Next Generation Sequencing (NGS) dari Illumina, San Diego, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Prodia juga telah meluncurkan tes pemeriksaan Warfarin Indivtest untuk penentuan dosis obat warfarin.

Warfarin merupakan golongan obat antikoagulan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.

Prodia juga terus memperluas jaringan layannya. Terbaru, Prodia membuka membuka jaringan ke Jayapura, Papua, 25 November lalu.

Pembukaan cabang di Jayapura sekaligus mengukuhkan posisi Prodia sebagai next generation healthcare provider dengan jejaring layanan pemeriksaan kesehatan terbesar di Indonesia.

Pada kuartal ketiga 2017, Prodia berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 10,17 persen menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan dengan periode yang sama 2016 sebesar Rp 945,65 miliar.

Peningkatan pendapatan tersebut diperkirakan di atas rata-rata pertumbuhan pendapatan sektor retail pada umumnya.

Selain itu, laba bersih perseroan tumbuh sebesar 238 persen menjadi Rp 98,91 miliar dibandingkan dengan periode yang sama 2016 sebesar Rp 29,22 miliar.

Sementara itu, total aset Prodia pada kuartal ketiga 2017 mencapai Rp 1,86 triliun. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top