BERITA UTAMA

Seorang Bayi di Konsel Lahir Tanpa Kulit, Terkendala Biaya Untuk Berobat

Bayi yang mengalami penyakit kelainan kulit Harlequin Ichthyosis anak dari bapak Jusman

KOLAKAPOS, Andoolo — Menginginkan bayi lahir dengan kondisi normal dan sehat, adalah harapan semua orang tua. Namun beda yang dialami pasangan suami istri Jusman (35) dan Janne (34) Desa Lambodi Jaya Kecamatan Lalembuu Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Pasalnya bayi perempuannya yang baru berumur seminggu, mengalami penyakit kelainan kulit. Saat ini, bayi dengan berat sekitar dua kilogram itu, tengah dirawat di Rumah Sakit Bahteramas, Kendari. Penyakit yang dideritanya itu, membuat bayi seperti tidak memiliki kulit. Kondisi ini dalam istilah medis dikenal sebagai Harlequin Ichthyosis. Penyakit ini merupakan kelainan genetik yang amat langka sehingga menyebabkan tubuh tidak memiliki kulit.

Sebagian besar bayi yang lahir dengan kondisi Harlequin Ichthyosis meninggal saat masih bayi mau pun belia. Jika ia berhasil tetap bertahan hidup, satu-satunya cara untuk merawatnya dengan pengobatan seumur hidup.

Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kabupaten Konsel, Helvin, S.Sos saat melakukan kunjungan ke RS Bahteramas, untuk melihat langsung kondisi bayi mengatakan, kondisi anak tersebut memang memiliki kelainan seperti tidak memiliki kulit. “Selain itu dari keterangan kedua orang tuanya untuk mengobati buah hati mereka, terkendala dengan biaya serta tidak memiliki kartu BPJS. Bahkan bayi tersebut sempat tertinggal beberapa hari di Puskesmas, namun berkat bantuan keluarga dan tetangga serta surat keterangan tidak mampu dari Desa, akhirnya bayi tersebut dapat dirujuk di RS Bahteramas,” jelasnya.

lanjutnya, saat ini bayi tersebut sedang dirawat diruang opname NICU (Neonatal Intensive Care Unit), merupakan ruang perawatan khusus untuk bayi baru lahir (sampai usia 28 hari) yang sedang memerlukan ruang perawatan intensif. “Untuk sementara selaku pendamping perlindungan anak, saya akan segera melakukan koordinasi ke Dinas Sosial Konsel, serta pihak-pihak terkait agar bayi dan keluargnya secepatnya mendapatkan kartu BPJS atau Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda),” terangnya.

Sementara itu orang tua bayi tersebut Jusman, mengharapkan uluran tangan dari pihak manapun demi menyelamatkan buah hatinya itu yang masih berumur satu minggu itu. “Kami terkendala biaya untuk mengobati anak kami, saya hanya berharap ada orang yang mau membantu untuk pengobatan anak saya,” harapnya. (k5/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top