KONAWE

Kematian Asni Murni Bunuh Diri

Kasatreskrim konawe, Iptu Rahcmat Zam Zam saat memperlihatkan kain yang digunakan gantung diri.FOTO:Husman/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Unaaha–Misteri kematian Asni Sari Anshari Sadaodah pada kamis (30/11) laluterjawab sudah. Sebelumnya isu beredar terkait kematian korban sempat menimbulkan banyak pertanyaan dimasyarakat karena cara bunuh diri yang dilakukan korban sepintas tidak masuk akal karena korban melakukan gantung diri dijeruji jendela dengan posisi leher terikat kain dan lutut menyentuh lantai.

Rabu (6/12) tim forensik Polda Sultra ,Kompol dr. Maluddin menerangkan jika kasus yang kini menjadi sorotan masyarakat menurut hasil otopsi menerangkan jika korban meninggal murni gantung diri. Sebab tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terjadi pada tubuh korban.

” Jadi hasil pemeriksaan kami kami menemukan adanya jejasintrafitas (bekas jeratan di leher red) dan tidak di temukanya adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” kata dr. Maluddin.

Maluddin juga menjelaskan, dugaan polisi hingga korban nekat melakukan hal tersebut dikarenakan akan adanya beban pisikis yang dialami korban, sehingga korban tanpa fikir panjang melakukan hal gantung diri tersebut. Sedangkan posisi korban saat gantung diri di jeruji jendela, Maluddin mengatakan jika hal tersebut bukanlah hal yang sangat wajib dicurigai jika bunuh diri ini dilakukan oleh seseorang.

” Soal keterangan bahwa korban tidak bunuh diri itu hanyalah sunah (tidakwajib red). Gantung diri itu tidak harus di ketinggian, karena ketika leher sudah terikat maka aliran pernafasan akan terhenti,” terangnya.

sementara itu, Kasat Reskrimpolres Konawe, Iptu Rahcmat Zam Zam menjelaskan, jika korban bunuh diri ini diakibatkan beban fisikis, beban ini timbul akibat barang korban berupa kendaraan roda dua milik anak korban digadaikan oleh Agus, saat korban meminta kendaraan dikembalikan Agus tidak mengindahkan dan dalam percakapan di media sosial korban mengancamakan bunuh dirijika tidak dikembalikan. .

” Agus ini kita pidana terkait penggelapan barang berupa motor yang digadaikanya kepada seseorang. motor yang digadaikannya itu tanpa sepengetahuan pemilik kendaraan ( Korban Red), terkait gantung diri untuk sementara Agus tidak terbukti karena kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut, ” tandas Rahcmat. (m4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top