BERITA UTAMA

Berafiliasi ke Salah Satu Balon — Dua Anggota PPS di Kolaka Dipecat — Satu Lainnya Diberi Teguran Keras

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Kolaka–Tindakan dua anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa Watumelewe kecamatan Iwoimenda, Kolaka yang mengangkangi netralitas, berbuah pemecatan dari KPU Kolaka. Keduanya terklarifikasi hadir dan mengikuti pengukuhan tim pendukung salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Kolaka.

Pemecatan itu kata komisioner KPUD Kolaka bidang Perencanaan dan Data, Nur Ali, masih bersifat sementara. Hal tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan ke KPUD. kepastian nasib keduanya, akan ditentukan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). “Kita hanya bisa memberikan sanksi pemberhentian sementara. Untuk selanjutnya kita menunggu keputusan DKPP, karena yang berwenang memberhentikan secara pasti adalah DKPP, dan laporannya memang sudah masuk,” katanya, Senin (11/12).

Dua anggota PPS desa Watumelewe yang dipecat itu adalah Kasman dan Samrin. Nur Ali menyebut keduanya secara sadar mengikuti pengukuhan, termasuk ikut berdiri dikukuhkan. “Terutama yang dua orang dari desa Watumelewe itu, karena memang setelah diklarifikasi mengakui mengikuti acara tersebut dan bahkan ikut berdiri dalam acara pengukuhan,” paparnya. Akibat pemberhentian sementara itu, PPS desa Watumelewe diambil alih sementara oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Iwomenda.

Sementara PPS Desa Wonualaku, Muh Rusli yang juga menghadiri kegiatan salah satu Balon Kada Kolaka, hanya diberikan sanksi teguran keras. “Kalau Muh.Rusdi, dari hasil klarifikasinya hanya menjadi pembaca doa karena memang dia diundang untuk itu pada acara pesta panen syukuran, dan dia tidak ikut dikukuhkan, jadi hanya berupa teguran keras,” paparnya.

Untuk diketahui, KPU Kolaka menindak lanjuti Laporan Panwas kecamatan Iwoimenda Kabupaten Kolaka terkait keterlibatan 3 anggota PPS desa Watumelewe dan Wonualaku dalam pengukuhan tim pendukung salah satu bakal calon bupati Kolaka, pada 21 November 2017 di desa Iwoimenda. Ketiga PPS tersebut dipanggil untuk dimintai klarifikasi pada Rabu, (6/11). Ketiganya mengaku menghadiri acara tersebut, namun bukan untuk acara pengukuhan. (cr4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top