BERITA UTAMA

Bersama Kepala DPPKAD, Diduga Mengetahui Dugaan Korupsi DAK Mubar–Sekda Mubar Diendus Kejari Muna

KOLAKAPOS, Raha–Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna mengendus aroma praktek pidana korupsi pada pendanaan tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru tahun 2015 senilai Rp 65 miliar di Muna Barat. Tidak hanya itu, Kejari Muna juga menduga ada kerugian sebesar lima miliar rupiah pada hibah Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015.

Dua pejabat Mubar yakni Sekda LM Husen Tali dan kepala DPPKAD Zakaruddin, diduga Kejari mengetahui hal tersebut. Karenanya, Kejari Muna telah melayangkan surat panggilan kepada keduanya untuk diperiksa pada Rabu (13/12), mendatang. “Akhir pekan lalu, surat panggilan terhadap Sekda Muna Barat dan Kepala DPPKAD sudah kita layangkan. Kedua penjabat ini kita periksa terkait kasus tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru senilai Rp65 miliar,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Badrut Tamam, kemarin (11/12).

Kedua pejabat Muna Barat itu ungkap pria berdarah Madura ini, juga akan diperiksa dana hibah Rp5miliar. Sebab, kata dia, dana hibah yang bersumber dari DAK Muna 2015 itu belum dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Muna. “Apa benar belum dibayarkan dan apa benar Pemda Muna Barat ajukan sendiri dana hibah itu. Kedua kasus ini juga berkaitan dengan deposito di Muna Barat. Ini yang kita selidiki,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top