METRO KOLAKA

SPBU Kolakaasi Jual Bebas BBM Bersubsidi ke Pengecer

Foto : Ilustrasi / Internet  Salah satu SPBU Nakal yang mengisi Jerigen kedalam Mobil

KOLAKAPOS, Kolaka–Meski menyalahi aturan, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di wilayah Kota Kolaka diduga kerap menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kepada para penjual eceran.

Situasi tersebut kerap kali dikeluhkan para pengendara. Pasalnya, karena situasi tersebut, stok BBM di SPBU sering kehabisan. Akhirnya, pengendara terpaksa membeli kepada para penjual eceran meskipun dengan harga yang lebih tinggi.

Menurut Hansor, warga kecamatan Latambaga mengatakan bahwa pemerintah harus bertindak tegas kepada SPBU yang nakal seperti SPBU Kolakaasi yang terletak di kecatan Latambaga. Apalagi hal ini telah menjadi permasalahan klasik yang tak kunjung terselesaikan.

“Disini (SPBU Kolakaasi,red) tiap hari ada antrian panjang begini, itu karena bensin langsung diserbu oleh penjual-penjual eceran dari Utara,”kata Hamsor.

Pantau wartawan Kolaa Pos, SPBU Kolakaasi melayani pengisian puluhan jerigen yang diduga milik para penjual BBM eceran. Puluhan jerigen yang dimuat di dalam mobil itu, dilayani dengan tertib oleh pegawai SPBU. Tak hanya itu,yang parah adalah petugas SPBU kerap memprioritaskan pembelian BBM dengan jerigen. Meski antrian kendaraan umum dan milik pribadi berjejer panjang menunggu giliran.

Kondisi itu sempat membuat kesal beberapa pengendara yang mengantri. Salah satu pengendara bahkan sempat membunyikan kendarannya dengan keras, sebagai pertanda protesnya kepada pihak petugas SPBU.

“Antrian panjang begini kok jerigen yang diutamakan,” ujar pengendara itu sambil menancap gas dan berlalu pergi.

Sementara itu, manager SPBU Kolakaasi yang coba ditemui untuk konfirmasi, tidak berada di tempat. Salah seorang staf di ruang pimpinan SPBU Kolakaasi itu mengatakan, managernya sedang berada di luar daerah. “Bos lagi di Makassar,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai izin layanan pengisian BBM subsidi dalam jumlah besar, petugas yang tidak mau menyebutkan namanya itu membantahnya. “Ah kapan kita liat pak? Memang ada (pengisian jerigen, red) hanya kami batasi hanya 20 liter,” ujarnya. (kal/hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top