BERITA UTAMA

553 Pasutri di Kolaka Minta Cerai

Net/ilustrasi

Abdul Rahman : Didominasi Pasutri Muda

KOLAKAPOS, Kolaka–Dari Januari hingga pertengahan Desember 2017 ini, Pengadilan Agama Kolaka sudah menangani 683 perkara. Dari jumlah tersebut, 553 diantaranya sudah diputuskan, sementara 56 lainnya masih dalam proses sidang. Ratusan kasus yang ditangani Pengadilan Agama Kolaka itu didominasi kasus gugat cerai yang dilakukan pasangan suami istri (Pasutri) usia muda.

Ketua Pengadilan Agama Kolaka Drs. Kalimang melalui Panitera Muda Hukum Abdul Rahman menjelaskan, usia pasangan saat mengajukan cerai rata-rata berusia muda. Dari jumlah 553 kasus yang sudah diputus tahun ini, sekitar 60 persen gugat diajukan pasutri yang berusia antara 17 tahun samapi 25 tahun.

“Ada juga yang belum cukup satu tahun menikah, si istri langsung menggugat cerai,” kata Rahman.

Dijelaskannya, tahun ini pula perkara yang diselesaikan Pengadilan Agama Kolaka diantaranya isbat nikah. Perkara yang paling dominan menyebabkan adanya perselisihan dalam rumah tangga yang menyebabkan di ambang perceraian adalah kurangnya tanggung jawab suami kepada istri dan anak-anaknya, sering cekcok hingga masalah ekonomi, dan juga tidak matang (perkawinan usia muda, red) dalam menjalankan rumah tangga.

Mengenai faktor ekonomi, kata dia, dalam kasus cerai gugat biasanya istri merasa tidak atau kurang dinafkahi suaminya. Begitu juga dalam kasus cerai talak, sang suami merasa jengah dengan istri yang tidak pernah puas dengan nafkah yang diberikan.

“Paling banyak karena alasan kasus pertengkaran yang dilakukan secara terus menerus, perselingkuhan dan masalah ekonomi. Selain itu, suami belum bisa memberikan nafkah kepada istri karena belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap,” jelasnya. (kau/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top