BERITA UTAMA

Dirjenbun Kementan RI, Ketemu Petani Kolaka

KOLAKAPOS, Kolaka — Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang MM berkunjung ke Kolaka untuk melakukan pertemuan dengan petani kakao di Desa Bende kecamatan Wundulako. Selain melakukan tatap muka dengan petani Kakao se kabupaten Kolaka di Desa Bende Bambang juga mencangkan kebun bibit Kakao seluas dua hektar di desa tersebut.

Kepada Kolaka Pos Bambang mengatakan mengapresiasi pemerintah Kabupaten Kolaka yang telah mempertahankan tanaman perkebunan yaitu kakao hingga saat ini. Petani harus mempertahankan tanaman perkebunan. Secara umum perkebunan memeberikan peran peting dalam perekonomian negara pada 2016 ada 2600 triliun sumbangan sektor perkabunan ternadap nagara disinilah sektor perkebunan bisa mengalahkan sektor minyak dan gas dan itu hasi di pertahankan.

“Saya saat ini berada di jakarta dan diamanahkan menjadi Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian. Harapan saya perkebunan di Sultra bisa lebih meningkat lagi. Saya akan memberikan bantuan kepada kabupaten maupun provinsi yang serius meningkatkan potensi perkebunannya. Silahkan konsultasi, kami kementerian pernaian membuka lebar untuk konsultasi meningkatkan potensi perkebunan,” katanya.

Menurut Bambang perkebunan menjadi akar budaya bangsa pasalnya setiap hari masyarakat indonesia membutuhkan komoditi perkebunan, mualai dari kopi, teh, sabun mandi, dan lainya. Itu semua berasal dari komoditas perkebunan. Karena itu petani jangan patah semangat untuk mengembangkan komoditas perkebunan. Terutama kabupaten Kolaka Petani kakao harus tetap semangat melakukan perbaikan tanaman baik itu tanam ulang, sabung samping maupun sambung pucuk.

“Saya datang kedaerah terutama Sulawesi Tenggara untuk memberikan semangat, teman petani dan pemerintah daerah. Mari bersama mengangkat komoditas perkebunan menjadi subsektor ,menjadi undamental sebagai upaya kita untuk membangun kesejahteraan masyarakat melaui hasil perkebunan,” tambahnya.

Khususnya di Kolaka ia berharap dengan posisi saat ini yang menjabat sebagai dirjen perkebunan di Jakarta dan mengemban amanah , pemerintah kabupaten harus memanfaatkannya. Ia berjanji akan membantu daerah yang ingin membangun komoditas perkebunan terutama sektor perkebunan Sulawesi tenggara.

“Petani kakao jangan selalu mengeluh. Jika tanaman sudah tua sebaiknya diremajakan. Jangan ada lahan kosong sebisa mungkin dimanfaatkan di tanami kedelai, setelah itu tanami kakao, kelapa, lada atau pala,” katanya.

Menurut Bambang untuk kolaka ini tahun 2017 ini ditengah kesulitan anggaran. Kabupaten Kolaka mendapat kucuran Rp.11,7 miliar dari pusat dan pada 2018 akan ditingkatkan menjadi Rp.14 miliar lebih.

“Semua anggaran tersebut tergantung kesiapan daerah yang ingin mengembangkan komoditas perkebunan .Siapa bupati atau gubernur yang siapa menjemput anggaran untuk perbaikan pembangunan perkebunan maka kementerian akan menggelontorkan anggaran yang cukup untuk daerah tersebut,” tambahnya.

Bambang juga berpesan kepada petani yang ada di Kolaka untuk lebih disiplin dan bekerja keras.
“Mari manfaatkan dukungan dari Presiden, Menteri dan Dirjenbun dan semua pihak yang mendukung pengembangan perrkebunan. Kita jadikan perkebunan menjadi wahana dan kekuatan baru untuk memangun, pastinya agar perkebunan lebih jaya kedepan untuk kesejahteraan masyarakat indonesia,” tutupnya (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top