BERITA UTAMA

Jika Ditetapkan Tersangka Korupsi DAK, Ratna Ningsih Bakal Ajukan Prapradilan

 Ratna Ningsih saat keluar dari Musholla dan akan kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi DAK 2015. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Mantan Kadis PPKAD Muna, Ratna Ningsih kembali menjalani pemeriksaan sebagai saksi pada perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna tahun 2015 sebesar Rp310miliar. Wanita paruh baya berumur 59 tahun itu menjalani pemeriksaan diruang Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna Senin (18/12).

Ratna Ningsih pada Kolaka Pos mengatakan, dirinya bakal melakukan upaya hukum apabila Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara DAK Muna ini. “Jelasnya ada upaya hukum untuk meminta perlindungan hukum,” ujar Ratna Ningsih usai melaksanakan sholat di Musholla Kejari Muna.

Ratna Ningsih meyakini bahwa pengelolaan DAK Muna pada saat itu sudah sesuai mekanisme, apalagi kata dia hingga saat ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum menemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan DAK 2015 tersebut. “Masih dalam proses, kami juga menghargai upaya Kejaksaan dalam melakukan proses pemeriksaan,” katanya.

Sementara itu, Kajari Muna melalui Kasi Intel Laode Abdul Sofyan mengungkapkan penetapan tersangka tetap perpedoman pada pelengkapan dua alat bukti. “Kapan waktunya, saya kira juga teman-teman (Pers. Red) sudah mengetahui bahwa kami dalam proses penyelesaian pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya saat ditemui awak media diruang kerja Kajari Muna kemarin.

Sofyan meyakinkan bahwa dua alat bukti guna melakukan penetapan terhadap para tersangka tindak pidana korupsi DAK tersebut sudah mereka temukan. “Kita selesaikan dulu pemeriksaannya ibu Ratna,” katanya.

Senada, Kajari Muna Badrut Tamam mengatakan pihaknya sudah mengajukan audit kerugian negara ke BPKP. “Permintaan itu baru seminggu kita ajukan dan ini masih proses,” ucapnya.

Tidak hanya itu, guna menemukan dua alat bukti sebagai kekuatan penyidik Kejaksaan dalam menetapkan tersangka korupsi DAK tersebut, kata Badrut Tamam pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi ahli di Surabaya. “Pemeriksaan ahli dua hari yakni Jumat (15/12) dan Sabtu (16/12) di Surabaya. Ahli yang kita gunakan yakni Perbendaharaan Negara. Jadi memang ahli dalam perkara korupsi. Penyidik sudah memenuhi untuk dua alat bukti itu. Sudah ada. Jadi tunggu saja. Insya Allah segera kita tentukan tersangkanya. Yang jelas kita tidak main-main,” tegasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top