MUNA

10 ANS Muna Dapat Penghargaan

Bupati Muna, LM Rusman Emba saat memberikan piagam penghargaan pada para ASN yang mempunyai kedisiplinan tinggi. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Bupati Muna LM Rusman Emba memberikan penghargaan kepada 10 orang Aparatur Negeri Sipil ASN. Sebab, para abdi negara tersebut dinilai mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi, dibandingkan dengan ASN lainnya yang bertugas dilingkup Sekertariat Pemda Muna. Penghargaan khusus tersebut diberikan Bupati usai melaksanakan upacara peringatan Hari Bela Negara yang digelar halaman kantor Bupati Muna Selasa pagi, (19/12).

Bupati Muna LM Rusman Emba mengatakan, sejarah telah mencatat bahwa untuk membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata. Akan tetapi membela negara harus menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut sudah dilakukan oleh  Mr. Safruddin Prawiranegara pada tahun 1948. Dimana, saat itu Safruddin menyelamatkan keberlangsungan NKRI dengan membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

“Diera ketergantungan terhadap tekhnologi informasi telah membawa kita semua pada cara pandang kita terhadap berbagai kemungkinan ancaman. Memasuki era milenium keselamatan segenap bangsa tidak lagi bersifat tradisional atau ancaman militer, tetapi sudah bersifat multidimensional dan berada disetiap lini kehidupan,” ucapnya saat membacakan sambutan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Lanjut pasangan Abdul Malik Ditu ini mengatakan, aktualisasi bela negara juga telah dicontohkan oleh para guru, bidan, dan tenaga kesehatan.
“Mereka tengah berjuang melakukan tugasnya hingga kepelosok tanah air, dikawasan perbatasan hingga dipulau-pulau terluar. Sesungguhnya mereka sedang melakukan bela negara. Merekalah yang telah membuat Republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyatnya,” tegasnya.

Tidak hanya itu, terang LM Rusman Emba, melawan aksi pencurian ikan diperairan Indonesia juga merupakan tindakan bela negara. “Upaya untuk bisa tegak berdiri dikaki sendiri secara ekonomi juga adalah bela negara. Upaya melawan ancaman kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan adalah bela negara. Negara menjadi kokoh dan besar ketika kita bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama,” tegas Rusman. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top