BERITA UTAMA

DPRD Muna Nilai Amburadul, Penempatan Eselon III dan IV di Muna

Kepala BKSDM Muna La Kusa dan Sekertaris BKSDM La Taha saat menghadiri hearing bersama DPRD Muna. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna menilai penempatan jabatan ribuan Aparatur Sipil Negera (ASN) eselon III dan eselon IV yang dilantik pada Selasa malam (12/12) lalu tersebut sangat amburadul. Sebab, tidak hanya pensiunan dan orang meninggal yang namanya ikut terlantik pada malam itu, tetapi terdapat pula beberapa nama yang tidak diketahui tempat dinasnya ikut dilantik dengan menduduki dua jabatan sekaligus. Hal ini terbongkar saat Dewan melakukan hearing bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKSDM) Muna Selasa, (19/12) diruang rapat Komisi I DPRD Muna.

“Ini sangat bermasalah, karena ada orang-orang yang diangkat dalam jabatan itu sudah pensiun dan sudah meninggal. Ada juga nama di urutan nomor 31 yakni Abdul Rahman, S.sos. Dia ini tidak punya NIP dan apa jabatan dia sebelumnya ini, karena dalam SK ini terlihat kosong. Namun, dia dilantik untuk menduduki jabatan Sekertaris Kecamatan Wakorumba Selatan dan Sekertaris Kecamatan Pasikolaga. Mana yang benar ini? Apakah dia akan menerima gaji dobol atau bagaimana ini?. Ini sangat bermasalah,” ucap politisi PDIP tersebut pada Kepala BKSDM Muna La Kusa dan Sekertaris BKSDM La Taha dengan suara lantang.

Ditempat yang sama, Kepala BKSDM Muna La Kusa mengakui amburadulnya penempatan jabatan eselon III dan eselon IV yang dilantik oleh Bupati Muna LM Rusman Emba saat itu. “Kami sadari ada tumpang tindih, ada satu orang menjabat di dua tempat, ada malah sekolah yang sudah dipindahkan kepala sekolahnya, namun kepala sekolahnya tidak terlantik. Itu bias-bias dan kami sudah sepakat dengan kepala PLT Diknas bahwa semua SK ini kita review kembali,” katanya.

Review tersebut kata La Kusa akan dilakukan oleh BKSDM Muna pada 2018 mendatang. Hal tersebut ucap La Kusa sesuai dengan amanah kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar (namany tidak disebut. Red) saat Ia meminta pendapat pada Kepala BKN tersebut. “Jadi amanahnya beliau, jangan mengganti orang walaupun dia sudah pensiun atau sudah meninggal. Biarkan dia berjalan. Satu atau dua bulan kemudian bikin mutasi lagi, sesuai dengan kondisi yang seharusnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top