BERITA UTAMA

Aktifitas Pernik dan Perusda Rugikan Warga

Demo yang dilakukan Mahasiswa di depan gedung DPRD Kolaka.FOTO:Foto: Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–PT.Pernik dan Perusda tengah mengeruk uang di Pomalaa. Namun aktifitas dua perusahaan tambang itu, membuat warga Pomalaa resah. Sebabnya, truk pengangkut material perusahaan lalu lalang di jalan umum. Tidak saja membuat jalanan penuh debu karena tumpahan materialnya, juga membuat rawan kecelakaan.

Hal tersebut telah diadukan ke Pemkab dan DPRD Kolaka beberapa waktu lalu, meski sampai saat ini tidak ada kejelasan langkah yang ditempuh. Kemarin (29/12), mahasiswa kembali berunjuk rasa membawa keluhan warga tersebut ke gedung DPRD Kolaka. Mereka menilai, selain meresahkan, penggunaan jalan oleh Pernik dan Perusda juga ilegal karena tidak mengantongi izin penggunaan jalan.

Salah seorang orator, Anwar mengatakan Pemkab Kolaka seakan tutup mata dengan keluhan warga Pomalaa. Padahal dalam perkara ini, warga menjadi korban. “Kita sudah menyurat ke DPRD Kolaka untuk mengatahui apakah PT.Pernik dan Perusda memiliki izin untuk menggunkan jalan umum dalam pengangkutan material tambangnya. Namun sayang saat kita datang ke DPRD Kolaka tidak ada satupun anggota DPRD yang bisa menjawab. Bahkan DPRD Kolaka tidak bisa menghadirkan instansi terkait untuk membahas penggunaan jalan umum menjadi jalan produksi pengangkutan material tambang,” katanya.

Karena tidak ada respon positif dari pemerintah dan DPRD, Anwar mengungkap, beberapa rekannya mencoba melakukan klarifikasi langsung ke Pernik dan Perusda. Namun kedua perusahaan tidak menunjukkan itikad baik, termasuk enggan memperlihatkan dokumen izin penggunaan jalan. “Seharusnya DPRD bisa menjawab kami, apakah Perusda dan Pernik itu memiliki izin penggunaan jalan untuk mengangkut material tambang atau tidak. Kami saat ini pulang dengan tangan kosong, Kami berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar untuk mengetahui apakah dua perusahaan tersebut memiliki izin penggunaan jalan atau tidak,” tambahnya.

Anwar mengaku heran, jika pemerintah dan DPRD seolah tidak mengetahui aktifitas lalulintas tambang. Padahal setiap hari kendaraan operasional tambang melintas membawa material yang mengakibatkan jalan utama Kolaka-Bombana menjadi licin saat hujan dan berdebu saat musim panas. “Diduga dua perusahaan tersebut melakukan pelanggaran, diantaranya saat pengangkutan material tidak menutup dengan terpal sehingga mengakibatkan material berhamburan di jalan raya, dan tidak pernah melakukan pembersihan saat material berhamburan di jalan. Sudah banyak yang kecelakaan dan saat ini kami menuntut itu,” tuturnya.

Sementara itu Salah satu anggota DPRD Kolaka Rusman mengatakan tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut. Pasalnya yang bisa menjawab apakah Perusda dan PT.Pernik mempunyai izin penggunaan jalan, hanya kedua perusahaan tersebut. “Kami disini sudah menfasilitasi, namun sayangnya pihak terkait PT. Pernik dan Perusda Kolaka saat dihubungi enggan datang ke DPRD untuk menemui mahasiswa. Kalau Direktur Perusda saat ditelepon tidak mau angkat, sedangkan pimpinan PT.Pernik hingga saat ini tidak diketahui nomor kontaknya. Kami juga serba salah mau mempertemukan, namun tidak ada akses,” singkatnya.

Saat Kolaka Pos melakukan konfirmasi ke Direkrut Perusda Kolaka Arman, ia mengatakan telah mengantongi izin pakai jalan provinsi dari kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat jenderal Bina Marga, Balai pelaksana jalan nasional XIV Palu. “Kita sudah pegang surat izin pakainya tertanggal 15 November 2017. Perlu di ketahui untuk masalah angkutan Perusda Kolaka telah menyerahkan kepada pihak ketiga. Kalau ada yang tidak menutup terpal kita akan tegur dia. Pastinya kita telah memiliki surat izin penggunaan jalan,” tambahnya. (hud/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top