METRO KOLAKA

Balai POM Kendari Periksa Puluhan Apotik di Kolaka

KOLAKAPOS, Kolaka–Koordinator kediputian II, Pengawasan Produk Kosmetik dan Suplemen kesehatan Balai POM Kendari Ahmad Lallo kembali melakukan pemeriksaan dan pendataan obat dan makanan di wilayah Kolaka. Setelah bahan kosmetik ilegel yang beredar di Kolaka Badan pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga melakukan pengecekan kepada minimarket yang menjual bahan tambahan makan yang tidak memiliki izin, serta apotik yang menjual obat herbal.

Menurut Ahmad kegiatan yang dilakukan BPOM kendari merupakan kegiatan rutin, untuk sasarannya melakukan pemeriksaan retribusi obat, pereradan obat herbal, kosmetik ilegel tanpa izin dan suplemen kesehatan. Dalam operasi yang dilaksanakan ada beberapa ada minimarket menjual bahan makan tanpa izin edar.

“Kami masih menemukan beberapa minimarket yang menjual bahan makanan tamabahan tanpa izin dari pemerintah. Izin makan tanpa kode produksi itu melanggar dan tidak dibenarkan untuk di jual kepada konsumen. Kami juga masih mendapatkan di Kolaka bahan makanan tambahan tanpa izin dari pemerintah,” katanya

Lanjut ia mengakatakan setelah mendapatkan bahan tambahan makanan yang di jual oleh minimarket tersebut. Pemilik bahan tersebut bersedia menandatangai pernyataan untuk tidak menjual bahan tersebut.

“Pemilik barang tersebut bersedia memusnahkan barang tersebut. Saat ini BPOM baru memberikan peringatan kepada pemilik barang, namun jika dalam waktu lain masih menjual barang tersebut kita akan memberikan tindakan tegas kepada penjual,” tambahnya.

Selain bahan makan, Ahmad juga menagakui telah melakukan pemeriksaan dan pengecekan di beberapa apotik yang ada di Kolaka. Sasaranya adalah suplemen dan peredaran obet herbal yang di jual aopitk tersebut.

“Kami juga melakukan pemeriksaan di beberapa apotik untuk mengecek penjualan obat herbal. Untuk di Apotik di Kolaka sementara ini tidak mendapatkan apotik yang menjual obat herbal tanpa izin. Selain penjualan obat, BPOM juga memeriksa gudang penyimpanan obat milik apotik tersebut untuk mengantisipasi adanya obat kedaluarsa yang masih disimpan di gudang,” ujarnya.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top