BERITA UTAMA

10 Bulan Digarap, Belum Ada Tersangka;  Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis Kolaka Pos di Muna

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Raha — Hampir Setahun diselidiki oleh Reskrim Polres Muna, namun dugaan perkara kekerasan terhadap Jurnalis media cetak harian Kolaka Pos Ahmad Evendi masih berada dilevel penyelidikan. Padahal, peristiwa intimidasi disertai kekerasan fisik terhadap jurnalis itu terjadi saat Ahmad tengah melakukan peliputan dugaan pungutan liar (Pungli) oleh oknum pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna pada Maret 2017. Nyaris setahun, polisi belum juga menetapkan tersangka atas perkara tersebut.

Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi mengungkapkan, selama penyelidikan berlangsung pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, terlapor, saksi hingga mengambil ketarangan terhadap dua saksi ahli dari lembaga pers yakni Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). “Proses penyelidikan terkait dugaan kekerasan terhadap wartawan yang dilaporkan oleh saudara Ahmad kita sudah memintai keterangan dua ahli yakni dari PWI dan AJI. PWI di bulan Desember kemarin, kalau AJI beberapa bulan yang lalu,” ungkapnya saat di temui koran ini Selasa, (2/1) di Polres Muna.

Dengan dua keterangan yang disampaikan oleh dua ahli dari lembaga pers tersebut, lanjut Perwira Polri berpangkat dua balok dipundak ini mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat bakal melakukan gelar perkara untuk menentukan status laporan dugaan kekerasan terhadap jurnalis tersebut. “Rencana dibulan Januari ini kita akan melakukan gelar perkara baik di Polres ataupun di Polda. Untuk menentukan apakah perkara ini atau dugaan kekerasan laporan saudara Ahmad dapat ditingkatkan ke Penyidikan atau masih memerlukan penyelidikan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Bidang Advokasi AJI Kendari, La Ode Pandi Sartiman mengecam keras atas lambannya penyidik Polres Muna dalam menangani perkara kekerasan terhadap jurnalis di Muna. “Ini salah satu kegagalan kepolisian dalam mengungkap kasus kekerasan terhadap jurnalis,” ungkap Pandi saat dikonfirmasi via WA.

Lanjut jurnalis yang akrab disapa Pandi ini menilai, penyidik Polres Muna terkesan sengaja membuat lambat proses penyelidikan perkara kekerasan terhadap jurnalis tersebut. “Kasus ini kesannya dibuat lambat padahal seluruh pihak telah dimintai keterangan. Sangat aneh bila sudah 10 bulan dalam mengungkap kasus ini polisi belum bisa memastikan status kasusnya,” kecamnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top