BERITA UTAMA

BPN Kolaka Serahkan 5.900 Sertifikat

Bupati Kolaka H.Ahmad Safei Saat penyerahkan Setifikat. Foto : Dadang Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolaka beberapa waktu lalu menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah pada masyarakat Kolaka. Jumlah sertifikat yang rampung pada 2017 yang di cetak oleh BPN adalah 5.900 persil dalam perogram Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). BPN Kolaka berharap dengan diterbitkanya sertifikat masyarakat Kolaka bisa memanfaatkan sertifikat untuk kebutuhan lain.

Kepala Kantor BPN Kolaka H. Asmain Tombili,mengatakan penyeraham sertifikat program PTSL dikolaka merupakan rangkaian setalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalau menyerahkan sertifikat kepada masyarakat Indonesia. Setelah Presiden secara resmi menyerahkan maka Kolaka juga waib menyerahkan sertifikat program PTSL kepada masyarakat.

“Untuk Kolaka pertama kalinya di serahkan pada dua kecamatan yaitu Kecanatam Wolo dan Samaturu dengan jumlah 1200 lembar setifikat, namuan secara keseluruhan sertifikat tanah yang akan di bagi kepada masyarakat Kolaka adalah 5.900 lembar. Setifikat ini di berikan secara cuma-cuma kepada masyarakat pemegang hak oleh pemerintah,” katanya.

Lajut Asmain untuk dua kecamatan Wolo dan Samaturu terinci yaitu desa Sani-Sani sebanyak 300 lembar, Desa Kaloloa 130 lembar, Desa Awa 170 lembar, Desa Ulukonaweeha 100 lembar, Desa Tosiba 100, Desa Puulawulo 100,Tosiba 100 lembar , Desa Lalonaha 200 lembar, dan desa Donggala 100 lembar. Semunya telah di sesahkan secara simbolos di desa Sani-Sani yang disaksikan langsung oleh Bupati Kolaka H.Ahmad Safei dan serta para Camat dan Kepala Desa.

“Program PTSL tidak bisa sukses tanpa ada keseriusan pemerintah kabupaten Kolaka. Saya berharap program ini juga bisa sukses pada 2018 mendatang dan dukungan pemerintah kabupaten sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Setelah menyerahan di kecamatan Wolo dan Samaturu, selanjutnya akan diserahkan sertifikat di Kecamatan Latambaga 550 lembar, Watubangga 900 lembar, Tanggetada 450 lembar, Wundulako 650 lembar, Baula 150 lembar dan kecamatan terbanyak adalah Kolaka sebanyak 2000 lembar serifikat.

“Semua akan diserahkan secara bertahap. Harapan kami semua penerima bisa hadir dalam proses penyerahan sertifikat dari BPN Kolaka dalam program PTSL ini,” katanya.

Sementara itu Bupati Kolaka H. Ahmad Safei merasa bangga pasalnya dalam terbentuknya kababupaten Kolaka baru pada 2017 ini ada penyertifikatan tanah berjumlah 5.900 lembar.

“Ini sejarah baru, dan masyarakat Kolaka harus pandai bersyukur. Paslanya tidak gampang mendapat program seperti ini. Dan Alhamdulilah Kolaka mendapat 5.900 sertifikat pada 2017,” tuturnya.

Dengan terbitnya sertifikat tanah oleh BPN Kolaka maka masyarakat Kolaka telah memiliki kepastian hukum pada bidang tanahnya. Dengan adanya kepastian hukum, maka tidak akan ada lagi sengketa ataupun klaim tanah satu dengan yang lain.

“Masalah tanah itu terjadi karena tidak ada setifikat. Dan misalkan nanti di kemudian hari ada masalah pada tanah yang telah di sertifikatkan makan BPN juga akan dimintai keterangan atas penerbitan sertifikat tersebut,” tambahnya.

Menurut Safei selain mendapat kepastian hukum, dari segi ekonomi masyarakat juga bisa mendapatkan dana tambahan dari sertifikat tersebut. Masyarakat Kolaka bisa mendapatkan dana tanpa harus menjual fisik tanahnya.  Kalau Perbankan tidak mau menerima sertifikat sebagai jaminan bisa informasikan ke pemerintah. Nanti kelanjutanya pemerintah Kolaka akan memanggil pimpinan bank tersebut.

“Kalau masyarakat sudah mengusulkan dana sesuai prosedur dan perbankan tidak menerima laporkan ke saya. Saya akan panggil itu Bank dan minta klarifikasinya. Asalkan masyarakat pinjam sesuai dengan ketetuan insyaallah bank akan menerimaya,” tambahnya.

Pemerintah Kolaka juga berharap pada 2018 Kolaka mendapat program Peyertifikatan kembali. Agar semua tanah milik masyarakat mempunyai kepastian hukum atas tanahnya. (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top