METRO KOLAKA

Tiga PNS Depag Terima Satyalencana

Suasana Upacara peringatan hari amal bhakti (HAB) ke 72, Bupati H.Ahmad Safei yang didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Kolaka, Abdul Aziz Baking menyerahkan Satyalencana kepada tiga pegawai Depag Kolaka (inset). Foto : Dadang Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka — Serempak seluruh nusantara Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama mengikuti upacara peringatan hari amal bhakti (HAB) ke 72 yang jatuh hari ini Rabu (3/1). Dalam upacara tersebut Bupati Kolaka H.Ahmad Safei yang didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Kolaka, Abdul Aziz Baking menyerahkan Satyalencana kepada tiga pegawai Depag Kolaka. Penerima tersebut adalah Agus S.Ag (Satyalencana Karya XXX Tahun) dari MAN 2 Kolaka, Dra. Saribanong Semmang (Satyalencana Karya Satya XX Tahun) dari MIN 2 Kolaka, Dra. Dayati (Satyalencana Karya Satya X Tahun) dari MtsN 1 Kolaka,

Upacara peringatan HAB yang dilangsungkan di Halaman Kantor Bupati Kolaka berlangsung khidmat dan dilaksanakan pada pukul 08.00. Bupati Kolaka H. Ahmad Safei yang bertindak selaku Pembina upacara membacakan sambutan Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Shaifuddin.

Dalam sambutannya mengatakan pada 3 Januari merupakan hari paling membanggakan bagi keluarga besar Kementerian Agama. Pada 3 Januari 1946, Kementerian Agama resmi berdiri sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan. Pada hari itu pula Indonesia mengukuhkan sebagai negara yang pertama kali memiliki kementerian di bidang agama.

“Kementerian Agama hadir untuk mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama menyertai denyut nadi kebangsaan kita,” ujar Safei membaca sambutan,” katanya.

Melihat pentingnya tugas itu, maka pada setiap diri aparatur Kementerian Agama melekat beberapa misi yang saling terkait. Misi itu antara lain mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan, serta menjaga kerukunan hidup antarumat beragama.

“Pada masa kekinian, tugas itu semakin berat tantangannya karena kita menghadapi zaman yang cepat berubah. Kita berada dalam lingkup masyarakat lebih luas yang meliputi warga global hingga generasi digital. Tuntutan publik terhadap kita semakin tinggi, terbuka, dan spontan,” tambahnya.

Lanjut ia mengatakan jajaran kemenag bekerja untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat. Oleh karena itu, fokus perhatian kita jangan hanya sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun. Penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal.

“Di sisi lain, kita juga harus giat berinovasi agar lembaga kita terasa kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Karenanya, saya berharap tahun ini semua layanan di pusat dan daerah sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai implementasi e-Government,” ujarnya.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top