BERITA UTAMA

Lima Tersangka Korupsi DAK “Melawan”

ilustrasi/net

Ajukan Permohonan Praperadilan ke PN Raha

KOLAKAPOS, Raha — Pasca ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna tahun anggaran 2015, lima oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemda Muna masih menunjukkan perlawanan. Kelimanya bahkan telah mengajukan permohonan preperadilan atas status tersangka yang disandang.

Permohonan praperadilan tersebut dimasukkan lima tersangka yakni, mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Ratna Ningsih, Kabid Anggaran DPPKAD Laode Muh Taslim, Kabid Bina Marga Dinas PU Sanudi, Kabid Perbendaharaan Laode Hasrun, dan Pemegang Kas Daerah, Muh Idrus Gafiruddin, sejak Kamis (4/1). Hal tersebut dibenarkan Humas Pengadilan Negeri Raha, Achmadi Ali, kemarin (5/1).

Menurutnya, permohonan praperadilan lima tersangka tersebut dimasukkan oleh tim kuasa hukum, dan saat ini berkas permohonannya sudah diproses oleh PN Raha. “Sudah ditunjuk hakimnya yakni Aldo Adrian Hutapea SH MH. Paniteranya sedang dalam penunjukan,” ungkap Achmadi Ali saat dijumpai diruang PN Raha.

Lebih lanjut Ia mengatakan, tim kuasa hukum yang ditunjuk yakni Abidin Ramli, Muh Saleh, Muh Ramli Jaya dan Muh Dahlan Moga. “Kemungkinan Rabu ditetapkan sidangnya,” katanya.

Terpisah, salah seorang kuasa hukum tersangka korupsi DAK Muna yakni Abidin Ramli membenarkan jika mereka sudah mengajukan permohonan praperadilan terhadap klienya yang tersandung perkara korupsi. “Staf kuasa hukum yang kami tunjuk, kemarin (Kamis, red) mereka sudah daftar,” ujarnya via celuler.

Lebih lanjut Abidin Ramli mengatakan, ia bersama rekan setimnya telah siap melakukan pendampingan hukum dalam praperadilan terkait perkara penetapan tersangka terhadap kliennya. “Kami sudah melakukan analisa hukum berkaitan dengan perkara ini, dan kami akan menguji lewat praperadilan,” singkatnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top