KOLAKA TIMUR

Masalah Pembagian Lahan PT SIL Segera Tuntas

KOLAKAPOS, Tirawuta — Masalah pembagian lahan dan konpensasi yang terjadi selama 10 tahun akhirnya akan segera berakhir. Hal itu terungkap dalam dalam rapat terakhir penuntasan masalah PT SIL di Aula Kantor Bapedda Koltim yang dipimpin Bupati Kolak Timur ( Koltim ) H Tony Herbiansyah didampingi Wakil Bupati Hj Andi merya Nur dan Asisten I Setda Koltim Eko Santoso Budiarto . Pihak ahli waris yang selama ini menuntut hak kepemilikan lahan PT SIL dikomandoi Djabir. Sedang pihak PT SIL sendiri oleh Dududung.

Bupati Kolak Timur ( Koltim ) H Tony Herbiansyah mengatakan, beberapa solusi sudah disampaikan sebagai alternatif yang sudah disetujui dan tinggal dicari pemecahan masalah dan jalan terbaik untuk pewaris dan PT SIL sendiri.

“Jadi trauma yang selama ini dirasakan khususnya ahli waris akan segera berakhir dengan penyelesaian persoalan tersebut. Jangan ragu, percayakan kepada kami pemerintah untuk selalu mengontrol semua kesepakatan ini, sampai keluar sertifikat baru kita lepas PT SIL ini,” janji bupati.

Disebutkan bupati, kewajibn atau PT SIL nantinya adalah, mengusulkan pelepasan HGU, dan mensertifikatkan tanah tersebut utamanya yang akan diserahkan kepada pewaris termasuk proses pembayaran kepada PT SIL sendiri.

Untuk diketahui, berdasarkan pemaparan Asisten I, tuntutan ahli waris kepada PT SIL adalah melepaskan lahan seluas 500 Ha untuk dimiliki. Namun yang ada saat ini tersedia baru 150 Ha atau masih kurang 350 Ha. Untuk itu, ada beberapa solusi telah ditawarkan dan disetujui kedua belah pihak.

Sementara Djabir menyampaikan, agar masalah ini cepat tuntas dan pewaris bisa cepat juga mendapatkan haknya. Hal senada disampaikan Dudung.

“Saya sangat berfiir agar masalah ini cepat selesai, untuk non pewaris sudah hampir tuntas dan tidak ada masalah lagi. Kami mohon ijin bupati agar kami bersama BPN merayu bosnya Sandabi di pusat untuk segera melepas HGU tersebut, kalau sudah dilepas maka akan segera diukur dan dikeluarkan sertifikat,” tuturnya.

Sedang tiga camat yang yang wilayahnya masuk lahan PT SIL ini yakni Lambandia, Dangia dan Poli-polia, mengaku akan mendukung segala upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.(m2/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top