BERITA UTAMA

Safei Berharap Pikada Kolaka Santun dan Damai

Bupati Kolaka, Ahmad Safei. FOTO: net

KOLAKAPOS, Kolaka — Bupati Kolaka Ahmad Safei bertekad untuk menjadikan Pilkada Kolaka berjalan satun, aman, tertib, tanpa fitnah dan tanpa black campaign satu sama lain. Agar terlaksana, ia berharap warga Kolaka bisa cerdas dalam berpartisipasi di semua tahapan Pilkada.

Cerdas bagi warga Kolaka menurut Safei yakni, warga yang menjadi simpatisan untuk dapat menahan diri masing-masing. Lebih elegan menurutnya, jika warga tidak terlalu merasa terbebani dengan isu politik di Pilkada. Bahkan lebih baik jika tetap melaksanakan aktifitas sehari-hari seperti biasa, sehingga tidak terkungkung dengan isu politik yang menguras banyak energi. “Jangan terlalu pusing masalah politik. Jangan terlalu pusing mengurus siapa yang akan menjadi memimpin Kolaka ke depannya, sampai melupakan aktifitas keseharian. Garis tangan seseorang telah ada sejak lahir. Kalau Allah menghendaki, maka tidak ada yang bisa menghalanginya,” kata Safei.

Ia khawatir, ketika terlalu banyak membahas isu politik, malah membuat tingkat pertisipasi menurun. Karenanya, ia menghimbau kepada warga Kolaka yang telah terdaftar sebagai pemilih, untuk menyalurkan hak pilihnya demi terjaganya arah pembangunan Kolaka. “Yang saya minta masyarakat jangan ada yang tudak memilih (Golput). Semua masyarakat Kolaka harus memberikan hak pilih Bupati dan wakil Bupati nanti. Kita akan pertontonkan kepada Indonesaia bahwa 165.000 wajib pilih di Kolaka semua hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena itu saya berharap semua masyarakat yang sudah memiliki surat panggilan untuk datang memberikan pilihanya,” kata Safei.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan Safei, karena tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Kolaka, dibawah 70 persen. Ia berharap, pada Pilkada tahun ini, tingkat partisipasi pemilih paling tidak mencapai 80 persen. “Kita harus hadir. Pemilihan adalah hak demokrasi yang diberikan negara kepada masyarakatnya, jadi itu harus dilaksanakan,” tambahnya.

Disamping itu, ia jug amengingatkan kepada warga Kolaka, untuk menghindari politik uang. Oknum warga yang mengharapkan “serangan fajar” untuk menentukan pilihannya kata Safei, hanya akan menciptakan lingkaran setan, berupa korupsi. “Kalau ada warga yang menerima uang dari calon dan tujuanya untuk memilih calon tersebut, maka harus bersiap jika nanti calon tersebut melakukan korupsi. Masyarakat Kolaka harus menghilangkan budaya “Serangan Fajar”,” ungkapnya. “Kalau tidak suka korupsi, masyarakat juga harus cerdas dalam melakukan pemilihan. Kolaka ini kampung kita semua, jika kita tidak bisa menjaga dan membangun Kolaka, maka siapa lagi. Jangan ada yang golput, masyarakat datang ke TPS sesuai dengan surat panggilan didaftar. Ajak saudara untuk datang di TPS, untuk melaksaakan pemilihan Bupati Kolaka dan Wakil Bupati Kolaka,” tandasnya. (hud/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top