KOTA KENDARI

Seteleh Beberapa Hari Menghilang, Pelaku Penganiayaan dan Pengroyokan Ditangkap Polisi

Personil Polsek Kawasan Pelabuhan Saat Memeriksa Pelaku Penganiayaan dan Pengroyokan. Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari — Setelah beberapa hari menghilang pelaku penganiayaan dan pengroyokan atas nama Muh. Sultan Ramadan atau Adam (20)kini sudah ditangkap pihak polsek kawasan Pelabuhan. Dan saat kepolisian menangkap pelaku, pelaku tidak melakukan perlawanan.

Pelaku (Adam, red) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal berlapis yakni penganiayaan dan pengroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Kapolsek Kasawan pelabuhan Ronald Arron Maramis, SIK saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku penganiayaan dan pengroyokan terhadap Ical sudah diamankan pada kamis (04/01) malam. Kemudian pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut, sehingga menjadi efek jera kepada masyarakat lainnya. “Pelaku kami sudah tangkap tadi malam di pelabuhan very Kendari-Minui, dan kami melakukan interogasi terhadap pelaku, dari hasil interogasi, kami menetapkan Adam sebagai tersangka,” ujarnya. Jumat, (05/01) siang.

Selain itu Ronald sapaan akrabnya menjelaskan kronologis kejadian, saat itu selasa (19/12/ 2017) lalu, di pelabuhan very Kendari jalan pembangunan kelurahan dapu-dapura, Kecamatan Kendari Barat Kora Kendari, awalnya korban (Ical, red) masuk di pelabuhan very untuk mengantar buah mangga ke dalam kapal very, tujuan Kabupaten Menui, lalu kemudian datang pelaku (Adam, red) memanggil korban. “Pelaku yang kini sudah dijadikan sebagai tersangka saat itu tanya korban, katanya apakah kamu, (Ical, red) yang menjual buah mangga, korban menjawab, iya, saya penjual buah. Tiba-tiba pelaku memukul wajah korban,” katanya.

Kemudian datang teman-teman Adam lanjut Ronald, dan ikut memukul wajah dan kepala korban. Korban yang saat itu tidak melakukan perlawanan dan melarikan diri diatas kapal very lantai dua, namun Adam dan teman-temannya tidak berhenti sampai di situ, bahkan Adam masih mengejar korban dan kembali memukulnya, setelah itu korban di seret naik di diatas dermaga, dan melakukan pemukulan lagi terhadap korban. “Korban sudah tidak berdaya, namun pelaku tidak merasa kasihan kepada korban. Adam dan teman-temannya membawa korban di dermaga, namun saat itu datang tante korban Hamsinah, melerai mereka, hingga akhirnya pelaku membubarkan diri,” ujarnya. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top