HUKUM KRIMINAL

Babeh Sodomi 41 Anak di Banten

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Tangerang–Polres Kota Tangerang, Banten, membuka pos pengaduan korban sodomi Wawan Sutiyono alias Babeh di sepuluh polsek lainnya.
Itu dilakukan setelah jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 41 orang sampai Sabtu (6/1) lalu.
Seperti dilansir Radar Banten (Jawa Pos Group), semua korban berusia 10-15 tahun.
Kapolresta Tangerang Kombespol M. Sabilul Alif bahkan sudah meninjau gubuk yang dijadikan pelaku sebagai tempat melakukan aksi bejatnya di Kampung Jawaringin, Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten.
Gubuk berukuran 5 x 6 meter tersebut dibangun pria 45 tahun itu untuk tempatnya beristirahat setelah diusir warga kampungnya di Gunungkaler, Tangerang, Oktober 2017.
Lokasi gubuk tersebut jauh dari permukiman dan dekat dengan persawahan warga. Tempatnya sejuk dan rindang. Semua bagian gubuk terbuat dari kayu.
Bagian dalamnya bisa dibilang kosong. Hanya ada sejumlah barang keperluan bertani.
Selain di gubuk itu, aksi pencabulan dilakukan di dua lokasi lain yang berjarak 4-5 meter dari gubuk tersebut.
Semua lokasi jauh dari keramaian dan hanya berbentuk gubuk yang ditutupi terpal. “Jadi, di sini pelaku melakukan aksinya,” ucap Sabilul.
Mantan Kapolres Jember, Jawa Timur, itu menjelaskan, di gubuk tersebut puluhan korban disodomi dengan iming-iming ilmu semar mesem.
Pelaku memasukkan bijih besi (gotri) ke dalam anus.Selain itu, pelaku memaksa para korban meminum gotri saat ritual menurunkan ajian semar mesem.
Namun, itu ternyata hanya akal-akalan. Sebab, sebenarnya pelaku tidak memiliki ajian yang dikenal untuk pengasihan terhadap lawan jenis tersebut. Justru para korban mual-mual.
Menurut Sabilul, warga tak menaruh curiga dengan ramainya anak-anak yang sering bermain di sana.
“Dia di sini juga dikenal akrab dengan anak-anak karena pintar mengaji,” katanya.
Meski baru tiga bulan di sana, terang Sabilul, pelaku dikenal rajin. Babeh tak segan gotong royong bersama warga Sukamanah lainnya.
Dia juga pernah ditampung ketua RT setempat (bernama Atok) yang kasihan akan nasibnya yang luntang-lantung.
Dalam kunjungannya tersebut, Sabilul juga menempelkan maklumat dari Kapolda Banten mengenai antisipasi kejahatan pedofilia.
Selain itu, polisi membuka posko laporan korban pelaku di sana.
“Posko dibuka lantaran jumlah korban yang terus bertambah,” katanya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top