BERITA UTAMA

Benarkah Selingkuhan Veronica Tan-Isteri Ahok Bernama Julianto Tio Seorang Kader Gerindra?

KOLAKAPOS, Jakarta–Kabar gugatan cerai Ahok dari balik penjara Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, kepada istrinya Veronica Tan menjadi kabar paling menghebohkan di awal pekan ini.
Sebab, keduanya diketahui sama sekali tak memiliki kabar disharmonis rumah tangga.
Sempat simpang-siur, kabar gugatan cerai itu akhirnya dibenarkan pengacara Ahok dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Namun desas-desus yang menyeruak, ada orang ketiga yang menjadi penyebab Ahok memutuskan untuk menggugat cerai perempuan yang sudah memberi Ahok tiga anak itu.
Beredar kabar, seorang pria disebut-sebut sebagai pria idaman lain Veronica.
Pria itu selfi di samping lift di sebuah koridor dengan mengenakan jas musim dingin berwarna krem dan dasi hitam abu-abu diagonal.
Pria keturunan Tionghoa ini mengenakan kacamata. Wajahnya tirus, hidung mancung dan terlihat lebih muda dari wajah Ahok.
Di dalam keterangan foto yang beredar tersebut juga tertulis jika pria yang bernama Julianto Tio itu merupakan kader Partai Gerindra.
Kantor Berita Politik RMOL (grup pojoksatu.id) mencoba mengkonfirmasi soal kedekatannya dengan Vero.
Namun demikian, sambungan telepon dibiarkan begitu saja, alias tidak diangkat.
Begitupun saat dicoba konfirmasi melalui pesan singkat dan aplikasi Whatsapp messenger, tidak ada jawaban.
Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada informasi valid yang bisa memperkuat dugaan adanya orang baru dalam kehidupan cinta Veronica Tan.
Redaksi masih mencoba menelusuri alamat tinggal pria yang diduga selingkuhan Vero.
Untuk diketahui, hingga kini belum diketahui jelas penyebab dan alasan Ahok gugat cerai Veronica.
Tapi kabar hadirnya orang ketiga tersebut dibantah keras pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur.
Ia hanya menyatakan bahwa semua alasan gugatan cerai Ahok terhadap Veronica sudah ada dalam surat gugatan.
“Saya enggak pernah bilang begitu (orang ketiga). Dalam surat gugatan sudah jelas gugatannya apa saja. Saya enggak mau bicara rumor,” tegas Josefina di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (8/1).
Josefina menegaskan, pihaknya tak akan berkomentar lebih jauh terkait gugatan cerai Ahok itu.
Sebab, segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk rujuk yang berujung pada pencabutan surat gugatan cerai.
Hal itu bisa dilakukan melalui proses mediasi yang bisa saja membatalkan gugatan cerai tersebut.
“Masih bisa rujuk lewat mediasi,” ucapnya.
Meski begitu, Josefina bersukukuh tak mau membeberkan penyebab Ahok sampai mengajukan gugatan cerai tersebut dengan alasan kode etik yang tak bisa dilanggarnya.
“Saya enggak bisa jelaskan, ini ranah privat sekali,” kata Josefina.
Dengan segela pertimbangan di atas, sambungnya, pihaknya tak akan berkomentar banyak.
“Jangan sampai sudah diungkapkan tapi mediasi baikan. Kita yang malu sendiri. Enggak bagus buka aib orang, dong,” tegas dia lagi. (Fajar/rmol/pojoksatu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top