KONAWE

Enam Kecamatan di Konawe Masuk Zona Merah

Ketua Panwas kabupaten Konawe, Sabda Alam.FOTO:Husman/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Unaaha–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Konawe memperingatkan beberapa kecamatan yang memiliki potensi kerawanan tinggi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Konawe untuk pemilihan bupati dan wakil bupati. Hal tersebut di ungkapkan Ketua Panwas kabupaten Konawe, Sabda Alam, selasa (9/1) di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Konawe.

Sabda mengatakan, kecamatan yang memiliki kerawanan ini disebabkan beberapa faktor, seperti  masuknya pemilih dari luar kabupaten Konawe, tenaga kerja luar kabupaten dan sistem kekerabatan dan keluarga antara pasangan calon dan masyarakat setempat yang bisa saja menjadi konflik anatara pendukung satu dan oensukung yang lain.

” Ada beberapa kecamatan yang kami masukan dalam zona merah rawan pilkada, antaranya, Kecamatan Routa, Latoma, Onembute, Puriala, Bondoala dan Kecamatan Sampara. Semua kecamatan ini berada di perbatasan Kabupaten dan Kota,” Kata Sabda Alam.

Sabda menjelaskan, indikasi kerawanan yang bisa saja terjadi di enam kecamatan ini antaranya, mobilisasi pemilih luar seperti yang berada di kecamatan Bondoala dimana kecamatan tersebut banyak masyarakat yang bukan warga konawe bekerja di kawasan industri morosi, sedangkan kecamatan yang berada di batas kabupaten dan kota panwaslu kabupaten mewaspadai pemilih dari luar kabupaten yang sengaja di mobilisasi dari pasangan calon, ditambah warga yang datang dari luar konawe untuk berkebun dan belum terdaftar dari Daftar Pilih Tetap (DPT).

” Indikasinya pemilih dari luar di mobilisasi untuk memilih, calon bupati dan wakil bupati, untuk itu kita memberikan zona merah di wilayah ini. Kalau yang di Latoma/Asinua kita hanya ambil pengalaman di pilkada lalu (2013 red),” Terang Ketua Panwas Konawe, Sabda Alam.

Lanjut Sabda, untuk meminimalisir terjadinya kecurangan pilkada di wilayah tersebut, dirinya selalu memberikan imbauan kepada panitia pengawas kecamatan agar selalu memantau jalanya pilkada sejak tahapan hingga hari H, karena kerawanan pilkada tidak hanya ada di masyarakat akan tetapi di tingkat penyelenggara juga menjadi tugas panwas untuk di awasi.

” Selain Monye Politik, panitia penyelenggara juga menjadi target pengawasan panwas. Karena bisa saja terjadi di dalamnya, sedangkan untuk kecamatan lain hingga kini belum ada data yang bisa kami simpulkan tingkat kerawanan seperti apa akan tetapi panwas akan selalu memantau terus perkembangan di luar dari zona merah rawan pilkada,” Ungkap Sabda.(m4/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top