BERITA UTAMA

Termohon dari Kejaksaan Negeri tak Hadir : Hakim Tunda Sidang Praperadilan Tersangka Korupsi DAK Muna

KOLAKAPOS, Raha — Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Raha, Aldo Adrian Hutapea SH MH menunda sidang perkara praperadilan nomor: 01/PID.PRA/2018/PN.RAH yang diajukan oleh empat pemohon tersangka korupsi DAK Muna yakni Hj Ratna Ningsih Lunento, Laode Muhammad Taslim, Laode Hasrun, Muhammad Idris Gafiruddin melalui kuasa hukumnya Muhamad Dahlan Moga, Abidin Ramli, Muhammad Saleh, Muhammad Ramli Jaya. Pasalnya, sidang yang mulai digelar pukul 10.55 wita itu ditunda lantaran termohon dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna tidak hadir dalam persidangan tersebut. Akibatnya, pada pukul 11.04 wita Hakim tunggal Aldo Adrian Hutapea SH MH mengetuk palu penundaan sidang hingga Selasa, (16/1) mendatang. “Kita akan panggil satu kali lagi. Jadi, kita perintahkan untuk memanggil termohon untuk hadir hari Selasa 16 Januari 2018 Jam 9.00 wita. Apabila termohon tidak hadir, maka sidang akan tetap dilakukan. Sidang kita tutup. Tok (Bunyi suara palu Hakim saat memukul meja persidangan. Red),” ucap hakim PN Raha saat menutup sidang siang itu.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna Badrut Tamam saat ditemui Kolaka Pos dikantornya mengungkapkan, ketidak hadiran personil Kejari Muna pada persidangan perdana praperadilan itu disebabkan para Jaksa yang menangani perkara dugaan korupsi DAK Muna tahun anggaran 2015 tersebut sedang tugas keluar kota Raha. “Jadi saya sampaikan, waktu pemberitahuan saya terima pada hari Jumat, (5/1) kemarin, ternyata berdasarkan agenda dari teman-teman Jaksa itu sudah tersusun. Itu salah satunya sidang di Kendari. Jadi kita tidak bisa undur. Karena sidang itu juga harus dihadiri dan itu sudah terjadwal dua hari sebelumnya, waktu penundaan diakhir 2017 kemarin. Jadi, dengan terpaksa kita tidak bisa menghadiri,” ujarnya

Kendati demikian, Badrut Tamam memberikan apresiasi terhadap empat tersangka tersebut karena melakukan perlawanan melalui praperadilan. “Artinya, ada pemahaman hukum yang tepat di masyarakat Muna, pada umumnya ini (penetapan tersangka dugaan korupsi DAK. Red). Sehingga itulah sebenanrnya cara-cara yang benar dalam menggunakan hak ataupun perlawanan,” katanya

Ia juga menegaskan, Kejari Muna sangat serius menghadapi proses praperadilan yang diajukan pemohon Ratna Ningsih dan kawan-kawannya itu. ” Kami sangat serius, bahkan semuanya kami sudah siapkan. Cuman jadwal itu, makanya kami minta disusun ulang. Kami tidak takut kok menghadapi praperadilan ini.
Tidak ada istilah gentar, karena semua yang kami lakukan Insya Allah saya bisa pertanggung jawabkan. Bukan hanya pada manusia, bukan hanya pada Institusi, kepada Allah pun saya siap pertanggung jawabkan,” tandasnya. (m1/b/hen)

T

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top