BERITA UTAMA

Dikeluhkan Pembayaran Uang Komite di SMKN I Wundulako

Kepala SMK Negeri 1 Wundulako Drs. Ustad Ahmad

KOLAKAPOS, Kolaka–Pembayaran iuran komite siswa di SMK Negeri I Wundulako sebesar Rp. 60 ribu per bulannya dikeluhkan para orang tua siswa. Pasalnya pembayaran uang iuran komite itu dianggap terlalu besar. “ Kami memprotes kebijaksan pihak sekolah. Buat kami uang sebesar Rp. 60 ribu setiap bulan itu terasa berat. Apalagi dalam menetapkan besarnya iuran itu tidak pernah dimusyawarahkan atau dirapatkan sebelumnya antara orang tua siswa dan pihak sekolah ,” ungkap salah satu orang tua siswa yang minta tidak disebutkan dalam koran namanya Rabu (10/1).
Seharusnya kata ayah empat orang anak ini, pihak sekolah mempertimbangkan kembali kebijakan yang telah dikeluarkan agar kami sebagai orang tua siswa tidak terlalu terbebani.. ” Biaya sehari-hari anak kami di isekolah terkadang tidak cukup kami berikan, apalagi jika ditambah uang komite yang setiap bulan harus dibayar ” keluhnya.
Untu itu kata pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini, mengharapkan kebijakan pihak sekolah agar menurunkan iuran komite, sehingga kami selaku orang tua siswa merasa terbantu dan bisa terus menyekolahkan anak kami. ” Kami berharap uang komite bisa diturunkan menjadi 30 ribu rupiah perbulannya. Sebab jangan sampai hanya persoalan uang komite anak kami putus sekolah ” harapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Wundulako Ustad Ahmad mengaku jika pembayaran iuran komite berdasarkan hasil rapat dan kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Hanya saja pada saat rapat berlangsung banyak orang tua siswa yang tidak hadir. ” Sebelum kita tetapkan besaran iuran komite kami pihak sekolah terlebih dahulu mengadakan rapat bersama orang tua siswa, namun banyak orang tua siswa yang tidak hadir padahal kita sudah mengundang. Dan pembayaran iuran komite ini kami lakukan berdasarkan kesepakan orang tua siswa yang hadir pada saat itu ” akunya.
Menurutnya, iuran komite dilakukan untuk membiayai gaji guru tidak tepat (GTT), sekuriti, dan guru piket. Apalagi sudah ada dua jurusan baru yang dibuka sehingga tambahan guru GTT pasti bertambah. Dana BOS yang kita gunakan dananya terbatas. ” Pos dana komite memang diperuntukan untuk guru GTT dan kami mengratiskan iuran komite bagi siswa yang yatim piatu yang berjumlah sekitar puluhan siswa ” jelasnya. (K9/b/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top